pustaka.png
basmalah.png.orig


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Bagaimana Menumbuhkan Rasa Optimis Pada Anak?

Bagaimana Menumbuhkan Rasa Optimis Pada Anak?Fiqhislam.com - Optimisme dibutuhkan anak-anak untuk membantu mereka menghadapi masa depannya.  Bagaimana cara menumbuhkannya pada mereka?

Tentu kita tahu bahwa kehidupan tidaklah selalu indah. Seringkali kita menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.  Dan sikap yang terbaik dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup adalah sikap optimis, atau sikap positif untuk selalu memiliki harapan dalam segala hal.  Sebagai orangtua kita juga menginginkan putra-putri kita memiliki sikap ini agar, tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan mereka kelak.  Mengapa?
 
Selain membuat seseorang tidak mudah putus asa, sikap optimis ini ternyata sangat erat hubungannya dengan kesehatan seseorang.  Seperti yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Suzanne C Segerstrom, Seorang Psikolog dari University of Kentucky yang melakukan survey terhadap 124 mahasiswa jurusan hukum tingkat pertama.
 
Para mahasiswa itu diberi suntikan antigen yang membuat sistem imun bereaksi berupa benjolan kecil di kulit.  Makin besar benjolan makin kuat reaksi sistem imun.  Ternyata respon sistem imun lebih kuat pada mahasiswa yang punya optimisme kuat, sedangkan sebaliknya, sistem imun melemah pada mereka yang cenderung punya sifat pesimistis.
 
“Ketika seorang merasa lebih optimis, orang tersebut akan merasa lebih bahagia, gembira, dan faktor tersebut berkait dengan meningkatnya imunitas,” kata Segerstrom.  Seorang yang berpikiran positif atau optimis, tidak menganggap kegagalan yang dialaminya bersifat permanen.  Hal ini bukan berarti ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya ia menerima masalahnya, dan optimism akan membuatnya cepat bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.
 
Tentu saja kita ingin anak kita jadi lebih bahagia, gembira dan sehat dalam menyongsong masa depannya bukan? Bagaimana mengajarkan anak agar memiliki sikap yang optimis dan positif?  Martin Seligman, dalam bukunya The Optimistic Child menganjurkan tiga hal penting untuk membuat anak menjadi lebih optimis, yang didapatnya dari penelitian bertahun-tahun di bidang perkembangan anak.  Tiga prinsip tersebut, antara lain:
 
Mengembangkan rasa mampu dari anak
 
Sejak kecil orangtua sebaiknya mendorong anak untuk merasa mampu melakukan apapun.  Misalnya Anda selalu mendukung si kecil sejak bayi untuk mau mencoba melakukan sesuatu, dan memberikan pujian jika ia berhasil.  Pujian tidak harus berupa kata-kata.  Bisa saja dengan menunjukkan ekspresi penuh kasih saying, menepuk bahunya, bertepuk tangan dan sebagainya.  Namun cukup membuat si kecil mendapatkan pesan yang sedang Anda sampaikan, sehingga menguatkan rasa percaya dirinya untuk selalu berusaha dapat menguasai suatu keterampilan tertentu.
 
Siapkan lingkungan yang positif
 
Orangtua sebaiknya juga menyiapkan lingkungan yang positif bagi anak-anak.  Lingkungan yang penuh kasih, memiliki hubungan yang hangat antar anggota keluarga.  Membuat anak-anak merasa nyaman dan aman dalam berekspresi di dalamnya tanpa merasa takut.  Jangan lupa untuk selalu bersikap positif dan optimis, agar anak pun mendapatkan teladan yang baik dari Anda.
 
Memberi penjelasan yang dapat membantu anak memiliki pandangan yang lebih optimis dalam menghadapi berbagai situasi.
 
Misalnya saat mengantri di depan kasir dengan antrian yang sangat panjang.  Daripada Anda mengomel panjang pendek yang dapat mempengaruhi si kecil sehingga ikut bersikap negatif, lebih baik Anda memberikan penjelasan-penjelasan yang lebih positif yang juga membantu si kecil melihat situasi itu dengan lebih positif.  Misalnya Anda dapat berkata, “Kasihan ya petugas kasirnya harus kerja keras.  Pasti banyak sekali pekerjaannya, jadi kita  maklumi saja jika ia jadi lambat begitu.” [yy/pelitaonline]
 
(sumber: @alifmagz)