13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Kakak Adik Selalu Bertengkar, Coba Solusi Ini

Kakak Adik Selalu Bertengkar, Coba Solusi IniFiqhislam.com - Punya anak yang masih kecil-kecil dan menangani sendiri semua urusan rumah tangga memang tidak mudah. Elly Risman, pakar parenting, menyatakan, untuk mengatasi ini, seorang ibu harus 'memelihara' diri sendiri dulu.

Seseorang yang kelelahan atau kurang tidur akan menyebabkan ia tidak mudah mengontrol emosinya dan jadi tidak cermat dalam banyak hal, termasuk dalam menilai dan memecahkan masalah. Tidak ada defisit yang paling buruk di dunia kecuali defisit tidur! Jika sudah capai, jangan dipaksa meneruskan pekerjaan rumah tangga. Istirahat sejenak, tidur-tiduran dengan anak sambil membacakan cerita

Elly mengungkapkan, menurut para ahli dalam perkembangan anak, anak-anak seusia balita memang masih belum mengenal konsep berbagi. Cara mereka bermain pun belum bermain bersama apalagi main bekerja sama. Mereka masih main sendiri-sendiri atau bermain paralel: waktu bermain sama, alatnya sama bahkan warna mainannya pun sama.Untuk menghindari anak Ibu bertengkar berikut tipsnya:

1. Siapkan dahulu alat permainannya. Misalnya, Ibu ingin mereka menggambar dengan crayon atau pensil warna. Maka, siapkan kertas yang cukup untuk masing-masing anak, dengan setumpuk pensil dan crayon dalam jumlah dan warna yang sama. Semua harus diletakkan terpisah untuk masing-masing anak.

2. 'Celupkan' anak ke dalam situasi bermain dengan bercerita tentang sesuatu yang Ibu ingin gambar anak. Misalnya, tentang buah ketimun. Ambil sebuah buah ketimun dan ajak anak untuk mengamatiya. Lalu Ibu tambahkan cerita Timun Mas, syukur kalau ada bukunya. 

Kalau tidak punya buku cerita dan juga tak mau bercerita, Ibu bisa ajak anak ke warung dekat rumah dan menceritakan pada anak tentang berbagai sayur-mayur termasuk ketimun. Katakan, mereka boleh menggambar apa saja yang mereka lihat. Tapi, setelah itu harus beberes: merapikan mainannya. Kertas dengan kertas, pensil dengan pensil, dan crayon dengan crayon.

3. Bawa anak ke tempat alat permainan yang sudah tersedia, ajarkan mereka bagaimana melakukannya. Biarkan mereka bermain. Dengan cara ini anak akan memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan 'pekerjaan' mereka karena mereka sudah tercelup dalam situasinya. Sementara itu Ibu dapat melakukan tugas lainnya sambil sesekali mengamati dan menyapa mereka.

4. Jika mereka sudah selesai, bantu mereka beberes dengan mengklasifikasikan mainan mereka dan menaruhnya kembali pada tempatnya. Ini penting bagi kemampuan klasifikasi dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan.

5. Setelah itu, duduklah dengan anak sebentar dan ngobrollah dengan mereka tentang apa yang mereka alami dan bagaimana perasaan mereka ketika bermain tadi.

6. Mengingat kembali apa yang mereka mainkan dengan mengucapkannya akan sangat membantu perkembangan otak, kemampuan mengingat dan kemampuan berbahasa serta mengutarakan pendapat. [yy/republika.co.id]