13 Rajab 1444  |  Sabtu 04 Februari 2023

basmalah.png

Makan Bersama Keluarga Hindarkan Anak dari Risiko Bulimia

Makan Bersama Keluarga Hindarkan Anak dari Risiko BulimiaFiqhislam.com - Makan bersama ternyata dapat mengurangi risiko gangguan makan pada anak, seperti bulimia dan anorexia. Kegiatan bersama keluarga itu pun dapat mengurangi kebiasaan merokok.

Makan bersama di meja makan tak hanya mengakrabkan anggota keluarga. Anak-anak jadi lahap makan. Mereka pun terhindar dari gangguan makan.

"Anak yang menginjak usia dewasa akan cenderung merasa risih berada dekat dengan orangtua mereka. Ketika harus makan bersama, mereka akan menyibukkan diri pada makanan mereka," ujar peneliti Barbara Fiese.

Kesehatan anak akan terjaga, jika orangtua mampu mengajak anak mereka makan bersama di meja makan tiga kali seminggu. Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti mengkaji 17 penelitian dari pola makan dan gizi yang melibatkan 200 ribu anak serta remaja.

Barbara Fiese menemukan risiko kelainan makan akan berkurang sebanyak 35 persen pada remaja yang makan setidaknya lima kali seminggu dengan orangtua mereka.

Kelainan makan itu seperi memuntahkan makanan yang sudah dimakan atau bulimia, mengonsumsi pil diet atau obat pencahar, melewatkan jam makan, makan sedikit, dan merokok untuk menurunkan berat badan.

Tiga kali makan bersama keluarga membantu remaja menurunkan risiko kelebihan berat badan sebanyak 12 persen dibanding mereka yang jarang makan bersama. Mereka juga 24 persen lebih cenderung mengonsumsi asupan bergizi dan memiliki kebiasaan makan yang baik dibanding mereka yang tidak melakukannya.

Seorang profesor dari Universitas Illinois mengatakan keluarga yang makan bersama lebih terhubung dalam komunikasi termasuk komunikasi mengenai pola makan yang buruk dan berbahaya.

"Anak dan remaja yang memiliki kelainan makan akan mudah dideteksi oleh orangtua sehingga mereka akan mengambil langkah untuk menyehatkan kembali anak mereka," ujarnya.

Makan bersama juga menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk bertukar pikiran asal orangtua tidak memaksa atau menguasai alur pembicaraan. Hal ini dapat membuat interaksi yang baik antar anggota keluarga.

Sebelumnya, peneliti Amerika menemukan bahwa anak yang tidak mengikuti waktu makan bersama keluarga lebih cenderung menjadi anak yang nakal dan mudah terjerumus dalam pergaulan bebas. [yy/
metrotvnews.com]