5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Agar Anak Tidak Egois

Agar Anak Tidak EgoisFiqhislam.com - Menumbuhkan rasa berbagi pada anak hendaknya dilakukan sejak awal. Tapi hendaknya itu tidak hanya dilakukan sebatas ucapan. Orang tua pun harus ikut memberikan contoh bagaimana seharusnya anak bertindak. Dan, yang tak kalah penting, jangan lupa untuk memuji ketika mereka bertindak baik. Biar masih kanak-kanak, pujian bisa bermakna banyak bagi cara pandangnya.

Berikut adalah tips dari beberapa sumber yang bisa dijadikan panduan untuk meningkatkan rasa berbagi pada anak:

* Doronglah anak untuk berbagi dengan Anda. Ini akan lebih mudah karena dia tahu bahwa Anda tidak akan merebut miliknya atau membuatnya marah. Pastikan juga padanya bahwa Anda akan mengembalikan -katakanlah, mainan yang ia pinjamkan.

* Cobalah mengunjungi taman bermain. Taman merupakan tempat terbaik bagi anak untuk belajar berbagi. Ini karena semua permainan yang tersedia bukan miliknya. Dengan demikian anak akan belajar bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan giliran, apakah itu bermain perosotan atau ayunan.

* Jangan memaksa anak untuk berbagi semua yang ia miliki. Sebelum ia bermain dengan kawannya, biarkan anak memilih mainan atau benda apa yang boleh dimainkan bersama. Dengan demikian anak akan sadar, berbagi tidak berlaku untuk segala hal. Ini memudahkannya untuk memahami bahwa ada hal-hal yang harus dibagi dan ada juga yang tidak perlu.

* Anak-anak biasanya menginginkan mainan yang tidak ia miliki. Ketika ia mulai merengek, carilah cara agar ia tetap bisa memainkannya. Kalau anak lain memiliki mobil-mobilan dan anak Anda memiliki mainan kereta api, ajaklah mereka bermain bersama. Dengan demikian, anak Anda bisa ikut bermain mobil-mobilan dan anak yang lain bisa mencoba mainan kereta api.

* Anda juga bisa memakai patokan tertentu untuk membujuk anak agar berbagi. Misalnya dengan mengatakan, ''Indah main boneka selama lima menit, lalu setelah itu Kiki main selama lima menit.'' Sebenarnya anak usia pra-sekolah belum memahami waktu. Tapi bujukan seperti ini biasanya ampuh untuk meyakinkan mereka bahwa miliknya pasti kembali. Dan yang terjadi, mereka bisa bermain bersama hingga lupa waktu.

* Ketika anak tengah menunggu giliran untuk bermain dengan sesuatu, ajak ia melakukan aktivitas lain. Bisa bermain dengan boneka berbeda, mewarnai buku atau memberi makan binatang jika ada.

* Ajarkan cara untuk berunding. Ketika terjadi keributan kecil di antara anak-anak, jangan pernah meneriaki mereka atau melempar barang yang diperebutkan. Sebagai gantinya, ajak anak-anak untuk duduk bersama dan bicara secara baik-baik bahwa mereka harus bergiliran.

* Jangan sungkan untuk memuji. Anda mengharapkan anak-anak memiliki rasa berbagi yang tinggi. Nah, ketika melakukan itu, jangan sungkan untuk memujinya. Semisal, ''Kakak hebat ya, tadi Bunda lihat kakak meminjamkan bonekanya buat adik Kiki.'' Pujian akan lebih mengena. Anak menjadi paham bahwa yang dilakukannya adalah perbuatan baik. [yy/republika.co.id]