27 Dzulqa'dah 1443  |  Senin 27 Juni 2022

basmalah.png

Hati-hati, Kemasan Plastik Sebabkan Tekanan Darah Tinggi pada Anak

Hati-hati, Kemasan Plastik Sebabkan Tekanan Darah Tinggi pada AnakFiqhislam.com - Hati-hati menggunakan wadah plastik untuk makanan atau minuman si kecil. Sekelompok ilmuwan Amerika Serikat menyebutkan bahwa zat kimia phthalate dalam plastik picu ketidaknormalan metabolik dan hormonal.

Phthalate atau DEHP adalah zat tak berwarna dan tak berbau yang digunakan untuk melunakkan PVC. Phthalate ditambahkan pada plastik untuk meningkatkan kelenturan, transparansi, kekuatan, serta ketahananannya. Zat ini terkandung dalam cangkir dan wadah makanan plastik, pelapis lantai, sampai bola pantai.

Seperti diberitakan Daily Mail (22/05/130, analisis terhadap hampir 3.000 anak menunjukkan bahwa terpaan DEHP menyebabkan naiknya tekanan darah sistolik (ukuran tekanan dalam pembuluh arteri ketika jantung berdenyut).

"Phthalate dapat menghalangi fungsi sel jantung dan menyebabkan stres oksidatif yang membahayakan kesehatan arteri," jelas Dr Leonardo Trasande, associate professor pediatrik di Langone Medical Centre New York University, Amerika Serikat.

Tim peneliti mencatat hanya sedikit kenaikan tekanan darah per anak dalam setiap tiga kali lipat peningkatan kadar phthalate yang terdeteksi di sampel urin anak. Meski demikian, implikasi luas terhadap perubahan kecil ini signifikan.

"Kenaikan tersebut memang tampak tak menonjol pada level individu. Namun, pada tingkat populasi, perubahan tekanan darah tersebut dapat meningkatkan jumlah anak dengan tekanan darah tinggi secara substansial," ujar Trasande.

Trasande menambahkan, bukan hanya makanan penyebab obesitas yang memicu penyakit jantung. Faktor lingkungan juga bisa menjadi bagian dari masalah tersebut. "Hal ini penting karena paparan phthalate dapat dikendalikan melalui intervensi regulasi dan perilaku," katanya.

Menurut Trasande, diperlukan inisiatif kebijakan yang membatasi paparan zat kimia berbahaya. Langkah ini dikombinasikan dengan penerapan diet sehat dan perilaku untuk melindungi kesehatan kardiovaskular.

Studi yang dimuat di Journal of Pediatrics ini merupakan hasil kerja sama peneliti dari Langone Medical Centre New York University, University of Washington, dan Penn State University School of Medicine. [yy/
detik.com/foto detik.com]