10 Muharram 1444  |  Senin 08 Agustus 2022

basmalah.png

Kenali Apakah Anak Anda Bersikap Antisosial

Kenali Apakah Anak Anda Bersikap AntisosialFiqhislam.com - Kenakalan pada anak-anak seringkali dianggap hal biasa sebagai bagian dari pertumbuhan mereka. Namun ingat, jika nakal berlebihan, ini bisa jadi tanda bahwa anak akan terkena perilaku antisosial di masa mendatang.

Lalu bagaimana mendeteksi dini masalah itu pada anak? Sebuah sikap bermusuhan, sering memberontak dan penganggu bisa lebih dari tanda-tanda nakal yang wajar.

Peter Fonagy, seorang profesor psikoanalisis di Universitas College London, mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dapat mempengaruhi bagaimana anak-anak berperilaku seperti berada pada lingkungan sosial yang kurang beruntung.

Pekan lalu diterbitkan petunjuk tentang bagaimana mengenali dan memperlakukan mereka. Ia memperingatkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan bantuan memiliki peningkatan risiko berprestasi di sekolah, isolasi sosial dan kriminalitas.

Bagaimana tandanya?

Tanda-tanda inti gangguan pada anak berusia di bawah 11 tahun adalah pembangkangan dan permusuhan yang lebih dari kenakalan normal. Lalu mereka yang lebih dari 11 tahun akan berperilaku antisosial dalam banyak situasi.

"Mereka akan berbohong dan menipu untuk mengambil keuntungan, menyakiti dan menggertak orang lain. Mereka akan menjadi agresif, mereka menunjukkan bentuk ekstrem dari egoisme di mana mereka tidak lagi peduli dengan kesejahteraan orang lain dan tidak peduli tentang konsekuensi dari tindakan mereka," kata Fonagy.

Hal ini, katanya, kecenderungannya berbeda dari perilaku remaja biasa.

Fonagy mengatakan, tidak ada yang harus menyalahkan orang tua, tetapi mereka bisa membuat pola-pola interaksi yang justru membuat keadaan lebih buruk.

Daripada mengaplikasikan gaya mengasuh yang keras dan otoriter, Fonagy mengusulkan untuk men.gasuh anak dengan model seperti dengan menerapkan sistem reward, bukan hukuman

"Anda akan cenderung menggunakan hukuman jika anak menentang Anda, namun sebenarnya ini membuat kemampuan Anda untuk mengontrol perilaku mereka menjadi lemah. Jika Anda menghabiskan waktu di kegiatan menyenangkan bersama anak Anda, mereka ingin menyenangkan Anda," kata Fonagy seperti dilansir dari guardian. [yy/inilah.com]