16 Rajab 1444  |  Selasa 07 Februari 2023

basmalah.png

Mengapa Anak Genius Cenderung Kuper?

Mengapa Anak Genius Cenderung Kuper?

Fiqhislam.com - Banyak orang tua yang ingin memiliki anak genius. Sebab anak yang genius akan lebih mudah menerima pendidikan. Namun kerap ada anggapan anak genius itu cenderung kuper alias kurang pergaulan. Benarkah anggapan ini?

Psikolog dari National Center for Gifted and Talented, Surya University Tangerang, Esther K Wirawan menjelaskan bahwa genius yang dimaksud adalah merujuk pada seseorang yang memiliki IQ di atas 170. Selain itu yang bersangkutan telah memiliki kontribusi yang diakui oleh masyarakat.

"Di Indonesia untuk kelompok kecerdasan ini ada juga istilah Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa (CIBI). Baik Genius maupun CIBI pada prinsipnya bukan sesuatu yang bisa dicetak, karena genius mengacu pada potensi yang ada dalam diri seseorang," terang Esther.

Hal itu disampaikan dia dalam live chat detikForum dengan tema 'Mencetak Anak yang Genius' di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2013).

Esther mengakui beberapa anak genius tampak kurang memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang baik. Biasanya hal ini dikarenakan dia 'merasa' berbeda dengan teman sebayanya.

"Kemampuan kognitif yang di atas rata-rata, kelenturan berpikir yang mampu menghasilkan banyak cara pandang yang berbeda dan ketekunan hanya pada bidang yang disukainya (terkadang terkesan meremehkan) bisa menjadi penyebab awal anak kurang diterima di sekitarnya dan akhirnya berimbas ke 'kuper'," terang perempuan berambut panjang ini.

Nah, hal yang pertama perlu dilakukan untuk mendampingi anak genius adalah dengan menunjukkan sikap menerima diri anak tersebut apa adanya. Dengan perasaan bahwa anak tersebut sudah diterima apa adanya, maka orang tua bisa mengarahkan anak supaya bisa menerima orang lain dan bergaul meski terdapat 'perbedaan'.

Untuk mempersiapkan anak agar tumbuh sebagai orang yang genius, maka yang perlu dipersiapkan adalah memberi stimulasi otak maupun fisik. Ada banyak cara menstimulasi kecerdasan anak. Salah satu alternatifnya adalah dengan memperdengarkan musik klasik.

Permainan alat musik juga dapat menjadi salah satu cara menstimulus perkembangan otak. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya harus tetap diberikan stimulus sesuai dengan usianya.

Selain itu, perlu pula memberikan nutrisi yang baik pada anak. "Beberapa riset memang membuktikan bahwa kandungan protein, omega 3 dalam ikan laut mampu merangsang otak. Namun tentunya bukan ikan yang tercemar ya," pesan Esther. [yy/
detik.com]