18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Anak yang Kurang Perhatian Bisa Picu Stroke Saat Dewasa

Anak yang Kurang Perhatian Bisa Picu Stroke Saat DewasaFiqhislam.com - Apakah Anda percaya dengan ungkapan bahwa diri Anda sekarang adalah produk dari diri Anda semasa kecil. Juga termasuk pada kondisi kesehatan emosional di masa kecil yang punya korelasi dengan keadaan kesehatan saat sekarang ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rush University Medical Center, Chicago, Amerika Serikat (AS) mengumpulkan sebanyak 1.040 orang dewasa berusia lebih dari 55 tahun untuk berpartisipasi dalam Rush Memory and Aging Project. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang persitiwa traumatik yang pernah dialami saat masih kanak-kanak.

Seperti kurangnya perhatian, ditelantarkan, dipukul atau dibentak oleh orangtua serta tindakan traumatis lain yang terjadi sebelum masuk usia 18 tahun. Setelah dipantau selama 3,5 tahun, ditemukan 257 peserta meninggal dunia, dan hasil studi pun didasarkan pada otopsi otak dari 192 orang yang pertama meninggal.
 
hasil yang didapatkan dari penelitian, sekitar 46 persen peserta meninggal mengalami tanda-tanda stroke. Dan tanda-tanda stroke tersebut ditemukan pada peserta yang melaporkan dirinya mengalami intimidasi dan peristiwa traumatik saat masih kanak-kanak.
 
Peneliti juga berhasil menemukan bahwa satu-satunya jenis traumatik yang sangat mempengaruhi kondisi psikis terkait dengan stroke adalah, di masa kanak-kanak orang yang bersangkutan sering diabaikan orangtua. Orang-orang dengan masa kecil seperti ini mengalami risiko 2,8 kali lebih besar mengalami stroke saat dewasa daripada mereka yang mendapat perhatian cukup saat masih kanak-kanak.
 
Belum diketahui secara pasti tentang korelasi antara kurangnya perhatian di masa kecil dengan stroke di usia dewasa. Pastinya, anak yang selalu mengalami tekanan emosional dapat mengalami stres berkepanjangan, dan mungkin saja memicu stroke di masa mendatang, seperti dilansir Aktual.co dari laman berita kesehatan, Selasa (20/8). [yy/aktual.co]