fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Wajarkah Anak Memiliki Teman Khayalan?

Wajarkah Anak Memiliki Teman Khayalan?

Fiqhislam.com - Sering memergoki balita Anda suka bicara sendiri atau bicara dengan bonekanya? Jangan khawatir, ini adalah hal wajar anak usia empat tahun memiliki teman imajinatif.

"Usia empat tahun adalah masa dimana anak-anak sangat imajinatif. Sebagian anak bahkan memiliki teman khayalan. Jadi ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan para orang tua," kata Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti SpA (K) Neurologi kata Psikolog Rika Ernasari, S.Psi, CT, CHt dalam diskusi How Parents Role in Play Activities to Enhance Toddler Development yang diselenggarakan Brawijaya Women & Children Hospital bersama Early Learning Center di RS BWC di Jakarta, Sabtu (7/9).

Ketika anak bercerita ada 'teman lain' yang ternyata adalah sosok fiktif, orang tua, kata Atilla cukup membiarkannya dan tidak perlu berusaha untuk menghilangkan kebiasaan itu. Karena sebenarnya kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhannya.

Kalaupun masih ada, biasanya hal itu hanya digunakan anak sebagai sarana atau media untuk mengapresiasikan apa yang dia rasakan atau pelajari pertama kali. "Asal kita tetap awasi." sambungnya.

Sependapat, psikolog anak Rika Ernasari, S.Psi, CT, CHt mengatakan, kebiasaan mengobrol dengan teman khayalan itu biasanya akan surut ketika anak sudah masuk usia sekolah dimana ia sudah memiliki dan banyak menjalani interaksi dengan teman-temannya.

Yang perlu dikhawatirkan, lanjut Rika, adalah ketika anak tidak memiliki tempat atau seseorang untuk diajaknya berbicara dan mengungkapkan apa yang ia rasakan sehingga kebiasaan berkomunikasi dengan sosok fiktif itu bisa berlanjut hingga besar dan menjadi tidak baik.

"Karenanya sangat penting peran dan keterlibatan orang tua untuk selalu berkomunikasi dengan anak-anaknya, salah satunya terlibat dalam permainan mereka," jelasnya. [yy/inilah.com]