13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Perintah Anda Sering Diabaikan Anak?

Perintah Anda Sering Diabaikan Anak?Fiqhislam.com - Apakah Anda pernah menyuruh anak tapi diacukan olehnya? Jika pernah, mungkin ada cara komunikasi Anda sebagai orangtua yang harus diperbaiki.

Bagi seorang balita usia prasekolah, mendengarkan dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh orangtuanya adalah hal sangat menyebalkan bagi mereka.

George Morison, Ed.D, professor Fakultas Pendidikan Usia Dini Universitas Texas, Denton, mengungkapkan, di saat yang sama, anak-anak usia 3 sampai 5 tahun menjadi sangat mandiri yang artinya tidak menyukai interupsi, bahkan akan engacuhkan Anda, orantuanya, adalah satu cara untuk menunjukkan ‘kekuasaanya.’

Tapi, memaklumi kebutuhan anak untuk mandiri bukan berarti mengizinkannya untuk tak mendengarkan Anda. Sangat penting mengajarkan anak untuk mendengarkan, sebelum mengacuhkan Anda dan orang lain menjadi sebuah kebiasaannya. Membangun keterampilan sosial yang benar akan membantunya sukses di sekolah dan dalam pergaulan.

Berikut ini kiat yang bisa Anda lakukan supaya anak tidak mengacuhkan:

1. Tunjukkan empati

Anak akan lebih mudah mengungkapkan masalahnya pada orangtua yang mau mendengarkan mereka.

2. Hindari pembicaraan jarak jauh

Berteriak dari depan rumah untuk berbicara dengan anak yang sedang bermain di kamarnya tentu tidak akan ada hasilnya. Dekati ia, sentuh bahunya, panggil namanya dan katakan keinginan Anda. Jangan bicara sebelum balita melakukan kontak mata dengan Anda. Bila ia tak menjawab, minta dengan nada ramah untuk menatap Anda.

3. Kalimat pendek saja

Mengomel panjang lebar atau memberi petuah 200 kata sudah pasti membuat anak makin tak betah di dekat Anda. Buat kalimat yang mudah dipahami dan langsung sasaran, dan jadikan hanya dua atau tiga tahap dalam sekali perintah, sebagai contoh: “Pakai sepatumu, ambil tasmu, Ibu tunggu di mobil, ya!”. minta ia mengulang istruksi Anda sehingga ia ingat apa yang harus dikerjakan.

4. Turunkan volume

Teriakan membuat anak tak suka mendengarkan Anda karena mereka fokus pada kemarahan Anda, bukan pada kata-kata Anda. Kata-kata lembut, namun tetap tegas, akan lebih didengar karena mereka merasa diperhatikan.

5. Gunakan bahasa tubuh

Perkuat permintaan Anda dengan menggunakan gerakan, misalnya jari menunjuk ke arah kamar ketika Anda meminta balita tidur. Bisa juga Anda ciptakan kode rahasia bersama balita sebagai petunjuk bila Anda minta didengarkan, seperti mengerutkan hidung. Sudah pasti, humor lebih baik daripada pendekatan yang terlalu galak.

6. Lengkapi konsekuensi

Katakan permintaan Anda hanya sekali atau dua kali, dan tambahkan konsekuensinya, semisal: “Kalau kamu tidak membereskan bonekamu, kita tidak akan pergi ke rumah Oma.”

Atau ketika Anda bertanya ingin es krim atau tidak dan ia tidak menjawab, singkirkan, dan jika kelak ia minta, jawab dengan, ”Wah, maaf. Es krimnya sudah habis.” Ini mengajarkan anak untuk mendengarkan setiap kali Anda bicara.

7. Tidak memutus aktivitas

Terkadang orangtua perlu membiarkan balita asik dengan kegiatannya sebelum memintanya untuk mendengarkan Anda. Terlalu sering memutus kegiatannya hanya akan membuatnya makin cuek pada Anda.

Bicara pada saat ia sedang tidak terlalu intens pada suatu aktivitas. Beri ia waktu beberapa saat sebelum ia harus menghentikan aktivitasnya dan melakukan hal lain. Jangan lupa, setelah ia mendengarkan Anda, berilah pujian dan apresiasi.

yy/aktual.co