fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Teriakan Orang Tua Pengaruhi Mental Remaja

Teriakan Orang Tua Pengaruhi Mental RemajaFiqhislam.com - Anak remaja yang kerap mendengar ancaman atau teriakan dari orang tuanya memiliki risiko lebih besar depresi dan berperilaku menyimpang, seperti melanggar peraturan.

“Pekerjaan rumahnya adalah masalah perilaku verbal,” ujar Annette Mahoney, profesor psikologi di Bowling Green State University di Ohio mengenai riset terbarunya kepada Reuters Health edisi 10 Desember 2013. “Sangat mudah untuk mengabaikan hal tersebut tetapi studi kami menunjukkan bahwa ketidakramahan verbal sangat relevan, khususnya untuk para ibu yang berteriak atau memukul dan para ayah yang melakukan hal yang sama,” kata dia.

Semua anak yang diteliti dalam riset dia, dirujuk ke klinik terdekat akibat penyakit mental atau masalah perilaku. Ibu mereka melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik sehingga meningkatkan risiko anak-anak tersebut mengalami depresi dan masalah perilaku lainnya. Tindakan serupa oleh para ayah pun memiliki dampak sama.

Para peneliti menegaskan, bahwa orang tua bisa terperangkap dalam lingkaran kekerasan. Kekerasan verbal, kata Mahoney, “mempunyai sebuah siklus alami.” Anak-anak dengan perilaku yang bermasalah atau penyakit mental, sambung dia, akan sulit ditangani.

Remaja yang mengalami kekerasan fisik dari orang tua, seperti dipukul, dicekik atau diancam dengan senjata atau benda tajam, berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit mental dan masalah perilaku. “Agresi verbal orang tua pada remaja sama merusaknya dengan agresi fisik yang parah, khususnya dalam keluarga yang memang selama ini mengalami masalah dengan kesehatan mental,” kata Michelle Leroy dari Bowling Green State University yang memimpin riset itu.

Untuk studi yang dipublikasikan di jurnal Child Abuse & Neglect, remaja bermasalah berusia 11 hingga 18 tahun mengisi survei yang menanyakan apakah mereka dipukul, atau mengalami kekerasan lainnya selama satu tahun terakhir. Orang tua dari anak-anak tersebut juga terlibat, melaporkan perilaku mereka dalam frame yang sama. [yy/tempo.co]