17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
ORANGTUA

Jangan Bohong pada Anak

Jangan Bohong pada AnakFiqhislam.com - Orang tua seringkali menjanjikan sesuatu pada anaknya. Misalnya pergi liburan ke suatu tempat atau membelikan mainan. Namun, sering juga orang tua tidak sengaja harus mengingkari janjinya itu. Padahal, menjaga janji bisa berpengaruh pada kepribadian si kecil kelak.

"Ketika kita menepati janji dengan anak kita, kita membantu mereka mengembangkan pemahaan tentang kepercayaan dan bisa menghormati orang lain. Sebagai orang tua, kita juga bisa memproyeksikan bahwa kita ini sosok yang jujur dan bisa dipercaya, itu membantu menciptakan rasa aman bagi anak-anak," kata psikolog dan Direktur Parent WellBeing, Jodie Benveniste, seperti dilansir laman Essential Kid, Rabu (11/12).

Meski begitu, Benveniste mengakui bahwa terkadang janji tersebut harus diingkari karena beberapa hal. Ia mengingatkan mungkin sekali dua kali tidak masalah mengingkari janji pada anak, tapi jika terus-terusan ingkar janji, maka anak memiliki penilaian bahwa orang tuanya tidak bisa dipercaya. 

Selain itu mereka juga akan berpikir tidak masalah jika berjanji lalu diingkari begitu saja.

"Janji pada anak yang diingkari sudah pasti membuat mereka merasa sakit hati dan kecewa. Untuk mengurangi kekecewaan dan rasa sakit itu, anda bisa menawarkan kegiatan lain yang sedang mereka inginkan. Pastikan pula anda sudah menjelaskan penyebab anda melanggar janji itu," jelas Benveniste.

Menurut Benveniste, ingkar janji juga bisa mengajarkan suatu nilai pada anak-anak bahwa, meskipun seseorang memiliki niatan baik, kadang-kadang janji tak bisa ditepati karena banyak hal tak terduga yang terjadi dalam hidup ini. [yy/jpnn.com]