fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Penting, Anak Anda Bisa Terjangkiti Sexting

Penting, Anak Anda Bisa Terjangkiti SextingFiqhislam.com - Studi baru mengatakan, lebih dari satu di lima sekolah menengah di Amerika Serikat terlibat dengan masalah perilaku atau emosional yang berhubungan dengan sexting. Sexting adalah pesan singkat mengenai seks.

Para peneliti juga melaporkan, dalam enam bulan terakhir para remaja ini melakukan sexting sebanyak empat sampai tujuh kali. Penelitian dihasilkan dari kuisioner pada 420 remaja berusia 12-14 tahun yang berasal dari lima sekolah menengah di wilayah Rhode Island, AS, pada tahun 2009-2012.

"Kita tahu, awalnya para remaja ini menggunakan ponsel sekadar untuk mengikuti perkembangan teknologi. Namun kemudian, entah bagaimana mereka terlibat dalam aktivitas seksual," kata Christopher Houck, penulis utama penelitian ini dan seorang staf psikolog Rhode Island Hospital's Bradley Hasbro Children's Research Center di Providence .

Sexting merupakan kegiatan yang mengacu pada mengirim gambar telanjang atau setengah telanjang atau pesan seksual eksplisit melalui perangkat elektronik sepeti ponsel.

Houck memperingatkan, temuan ini didasarkan pada remaja yang memiliki masalah perilaku dan emosional. Kebanyakan adalah remaja yang sudah pubertas dan mengalami kesulitan memproses emosi mereka. Jadi, tidak berlaku pada semua anak usia sekolah menengah.

“Mereka memiliki masalah memroses emosinya dan merasa lebih mudah melakukan sexting daripada harus face-to-face untuk sekadar mengatakan, 'Hei, aku menyukaimu',” kata Houck.

Secara keseluruhan (jurnal Pediatrics), 17 persen peserta mengatakan mereka telah mengirim pesan teks eksplisit secara seksual dalam enam bulan terakhir. Lima persen lainnya mengatakan pernah mengirim pesan teks eksplisit secara seksual dan foto telanjang atau setengah telanjang.

Para peneliti juga menemukan, mereka yang kerap melakukan sexting, lebih mungkin terlibat dalam perilaku seksual lain. Sebut saja bercumbu, menyentuh alat kelamin, dan berhubungan seks vaginal atau oral.

Temple Jeff, direktur kesehatan perilaku dan penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi University of Texas Medical Branch di Galveston, AS, mengatakan, sudah sepatutnya para orangtua dan wali melakukan percakapan dengan anak dan muridnya mengenai perilaku seksual ini.

“Ini harus berjalan seiring dengan pembicaraan tentang hubungan dan perilaku seksual yang sehat. Masalah ini sudah menjadi portfolio baru dalam perkembangan remaja saat ini," kata Temple.

Jangan menunggu anak Anda untuk datang kepada Anda dan mengajak Anda untuk membicarakannya. Hal itu tidak akan terjadi! Jadi, harus Anda yang memulainya sesegera mungkin. [yy/nabawia.com]