10 Muharram 1444  |  Senin 08 Agustus 2022

basmalah.png

Ketika Al-Quran Bercerita Tentang Ayah

Ketika Al-Quran Bercerita Tentang Ayah

Fiqhislam.com - Kita sering mendengar besarnya peran ibu dalam mendidik anak. Demikian banyaknya sehingga banyak orang yang berpikir bahwa peran ayah dalam mendidik anak itu hampir-hampir tidak penting. Tapi tahukah Anda bahwa al-Quran justru banyak bertutur kepada kita akan arti penting para ayah dalam membesarkan dan mendidik anak? Kitab Allah ini malah sedikit saja menceritakan peran ibu dalam pendidikan anak-anak mereka.

Surat yang begitu gamblang menuturkan kedudukan ayah dalam pendidikan anak adalah surat Luqman. Nama surat ini diambil dari nama seorang shalih, Luqman al-Hakim, hamba Allah yang berkulit hitam yang begitu taqwa. Dalam surat itu Allah merekam nasihat Luqman kepada putranya mulai masalah akidah, berbakti pada orang tua, amar maruf nahi mungkar, kesabaran, ibadah dan adab-adab mulia. Semuanya tercantum dari ayat 13 hingga 19. Di antaranya:
 
dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(QS. Luqman: 13)
 
Al-Quran juga menuturkan ulang kepada kita tausiyah yang diberikan Nabi Yaqub as. di saat akhir hayatnya kepada putra-putranya. Beliau bertanya tentang keimanan mereka jika ayah mereka wafat.
 
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya,
 
Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. al-Baqarah: 133).
 
Ada pula rekaman dialog antara Nabi Ibrahim as. dengan putranya Ismail as, saat Allah SWT. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya.
 
Besarnya pengaruh ayah bagi anak-anak juga dapat kita baca dalam kisah kehidupan Nabi Luth as. dan kedua putrinya. Meski ibu mereka berseberangan dengan Nabi Luth as. akan tetapi kedua putri Luth justru memilih untuk tetap mengikuti ajaran ayah mereka. Ini adalah gambaran pengaruh ayah dapat demikian besar terhadap kepribadian anak. Tidak kalah besarnya dengan pengaruh seorang ibu.
 
Berkaca dari kisah-kisah dalam al-Quran di atas, maka tidak pada tempatnya bila para ayah kemudian berlepas tangan dari amal mendidik anak. Karena al-Quran sudah begitu jelas menceritakan peran sejumlah ayah dalam pendidikan anak.
 
Sudah seharusnya para ayah juga ikut bekerja keras dalam mendidik anak, menanamkan ajaran dien kepada mereka dan menjadi teladan bagi mereka. Ikutilah jejak para ayah yang salih dalam al-Quran.

yy/nabawia.com