12 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 06 Desember 2022

basmalah.png

7 Mitos Tentang Ayah

7 Mitos Tentang Ayah

Fiqhislam.com - Banyak mitos muncul tentang ayah. Sebagian mitos itu muncul akibat pencitraan ayah di masa lalu ditambah ‘bumbu’ asumsi publik. Betulkah mitos ini? 

1. Tidak dibutuhkan bayi.
 
FAKTA: Bayi tidak hanya butuh ibu untuk menyusu. Marcus Jacob Goldman, MD  dalam bukunya The Joy of Fatherhood menegaskan bahwa ayah juga berperan saat proses menyusui. Misalnya menggendong sambil menunggu ibu bersiap untuk menyusui. 
 
2. Tidak  tahu cara merawat anak.
 
FAKTA: “Ibu sebenarnya tidak perlu khawatir, karena kenyataannya ayah memiliki naluri sama seperti ibu untuk merawat anak,”  jelas Dr. Henry Cloud dan Dr. John Townsend dalam buku mereka, Raising The Great Children.  Ayah hanya perlu belajar dan terbiasa dengan peran barunya. 
 
3. Punya pola asuh yang sama dengan ayahnya dahulu.
 
FAKTA: Menjadikan ayah sebagai role model tidak ada yang salah. Namun, ayah modern akan mencari role model lain untuk mendapatkan pola asuh terbaik dari yang terbaik.  
 
4. Tidak akan mampu konsentrasi dengan karirnya bila ia penuh perhatian dengan anak.
 
FAKTA: Masih menurut Dr. Cloud dan Dr. Townsend dalam buku Raising The Great Children, ayah masa kini sangat menikmati perannya sebagai ayah. Peran ini termasuk salah satu cara untuk meningkatkan status pria, selain kesuksesan dalam karir. Bahkan anak bisa menjadi motivasi untuk mencapai karir yang ideal. 
 
5. Tidak mau mengorbankan pekerjaannya meski demi anak.
 
FAKTA: Anggapan ayah akan dipandang negatif bila harus keluar dari pekerjaannya demi keluarga sudah tidak berlaku. Sekarang, bila karir istri lebih maju, kenapa tidak ayah berganti peran. Menurut Koray Tanfer dalam bukunya The Meaning of Fatherhood, banyak pekerjaan di rumah yang bisa dilakukan oleh ayah. 
 
6. Tidak bisa dijadikan role model bagi anak perempuan.
 
FAKTA: Apapun jenis kelamin anak, ayah tetap bisa menjadi panutan buat anak. Bagi anak laki-laki, ayah adalah contoh untuk berperilaku sebagai seorang laki-laki. Bagi anak perempuan, ayah adalah role model bagaimana cara bersosialisasi dengan dunia laki-laki. 
 
7. Tidak mampu mengasuh anak, bila ia seorang ayah tunggal.

FAKTA: Dampak ditinggal oleh pasangannya membuat ayah sering dicap tidak mampu mengasuh anak seperti ibunya. Tidak selalu, kok! Ayah tunggal zaman sekarang tidak canggung lagi untuk mengasuh anak sendirian –karena ia sudah ikut mengasuh anak sebelumnya dan ada dukungan dari sekelilingnya.

yy/nabawia.com