15 Syawal 1443  |  Selasa 17 Mei 2022

basmalah.png

Remaja Instan, Remaja Rentan

Remaja Instan, Remaja Rentan

Fiqhislam.com - Tidak sedikit kalangan remaja yang menjadi penggemar kartun sadis jepang ‘manga’ yang mengajarkan bahwa mati itu menemukan kedamaian, peaceful, dan sebagainya. Muncullah grup penggemar manga di kalangan remaja. Dan bunuh dirinya seorang pelajar penggemar ‘manga’ menjadikan publik penasaran tentang apa itu manga. Muncullah pertanyaan, Kartun sadis jepang itukan penyebab bunuh dirinya seorang remaja? Ataukan ada alasan-lain dibalik cara pintas remaja mengakhiri hidupnya?

Bunuh diri merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor risiko, seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan sumber pendapatan, kehilangan keyakinan diri dan harga diri, merasa malu, tak berharga, tak berdaya, hingga putus asa. Begitu pula permasalahan remaja saat ini semakin kompleks. Mereka dihadapkan dengan masalah sekolah, keluarga, pergaulan, bahkan permasalahan ekonomi. Seringkali permasalahan-permasalahan tersebut membuat remaja yang berpemikiran sempit menjadi stress dan bingung mengatasinya. Diantara mereka ada yang lari ke dugem, narkoba, bahkan ada yang memilih solusi instan untuk bunuh diri.

Rentannya kondisi psikologis remaja tentunya disebabkan oleh banyak faktor ,karena keretakan keluarga, pengaruh media dan lemahnya penanaman nilai agama di sekolah. Lemahnya penanaman nilai agama di sekolah menjadikan remaja salah memilih standar kebahagiaan. Sistem demokrasi saat ini memang mengajarkan bahwa standar kebahagiaan adalan terpenuhinya semua kebutuhan akan materi duniawai semata.

Remaja muslim tentu saja tidak boleh putus asa ketika menemui banyak masalah dan banyak memohon kemudahan pada Allah. Islam mengajarkan tidak boleh berputus asa. Coba setiap remaja yang menemui kegagalan merenungkan takdir ilahi. Karena yang Allah takdirkan selalu baik. Kita saja yang merasa pahit, tapi pasti ada hikmah di balik itu semua. Jika seseorang mengimani takdir ini dengan benar, maka ia pasti akan memperoleh kebaikan yang teramat banyak.

Fenomena bunuh diri yang dikabarkan media elektronik maupun media cetak membuktikan bahwa sistem yang berlaku sekarang, yaitu sistem demokrasi ternyata tidak mampu mengatasi problem psikis sosial yang akut diderita oleh kalangan remaja. Benar apa kata Al Qur’an bahwa sistem apapun yang dibuat manusia meski dengan mengerahkan kekuatan manusia sejagat hasilnya tidak lebih dari sistem “Sarang Labal-aba”, yang tidak akan kuat oleh tiupan angin semilir sekalipun, akankah manusia tetap dalam kesombongannya dengan menganulir Syari’at Islam sebagai alternatif peradaban masa lalu-masa sekarang dan masa yang akan datang.

Oleh Widy Astuti
yy/islampos