20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
ORANGTUA

Anak SMA Pesta Bikini, KPAI: Ini Mengarah Seks Bebas

Anak SMA Pesta Bikini, KPAI: Ini Mengarah Seks Bebas

Fiqhislam.com - Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan keteledoran pihak sekolah-sekolah menengah atas terkait beredarnya undangan pesta para siswa berbikini. Menurut komisioner KPAI, Rita Pranawati pesta kelulusan ini melanggar norma kepantasan dan kepatutan.

"Pihak sekolah harus memanggil seluruh siswa untuk mengingatkan bahwa perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan pelajar," kata Rita Pranawati, Kamis (23/4), dalam pesan singkat yang diterima Republika.

Setidaknya sejak kemarin, beredar sebuah undangan di media sosial terkait perayaan pesta yang akan digelar anak-anak dari sejumlah SMA.

Dalam undangan yang disebar oleh antara lain akun Twitter @Divine_prod itu, tertulis, akan diadakan pesta pada 25 April 2015 di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, sejak pukul 22.00 sampai selesai.

Tercantum, dress code para peserta, bikini dan summer dress. Undangan acara ini pun tertulis didukung oleh siswa-siswi dari SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA Alkamal, dan sembilan SMA lainnya serta satu SMK.

Lebih lanjut, Rita menegaskan, Pihak orang tua dan guru dari sekolah-sekolah tersebut agar menjaga anak-anaknya sekaligus mengedukasi mereka agar tidak terlibat pada pesta semacam ini.

"Yang sangat merusak moral. Kegiatan ini sangat berbau pornografi, seks bebas," ujar dia.

"Orang tua dapat mencegah keterlibatan anak dalam kegiatan pesta bikini ini," tambahnya lagi.

Sosiolog: Simbol Rusaknya Moral

Sosiolog Universitas Indonesia, Musni Umar menyayangkan adanya sebuah undangan pesta bikini bagi anak SMA. Baginya hal ini menandakan terjadinya degradasi moral di tengah masyarakat Indonesia.

Musni menyatakan tak habis pikir acara seperti itu bisa terjadi. Sebab, kata dia, budaya pesta seperti itu tak berakar kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Dia menyatakan hal seperti itu hanya lazim dilakukan di negara negara barat. “Kita ini punya budaya yang luhur dan religius. Janganlah bangsa kita dirusak dengan hal hal seperti itu,” kata dia, Kamis (23/4).

Dia menambahkan, pesta bikini bagi anak SMA itu sangat jelas ujung ujungnya akan mengarah pada seks bebas.”Sebab kalau sudah pesta seperti itu kan penuh dengan minuman keras. Jadi orang akan lupa daratan dan berujung pada seks bebas,” ujarnya.

Sebelumnya dunia twitter dihebohkan dengan beredarnya undangan bikini party bagi anak SMA. Undangan  tersebut  disebar oleh akun Twitter bernama @Divine_prod. Di situ tertulis akan diadakan pesta pada 25 April 2015 di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, dari pukul 22.00 sampai selesai.

Tercantum, dress code para peserta, bikini dan summer dress. Undangan acara ini pun tertulis didukung oleh siswa-siswi dari SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA Alkamal, dan sembilan SMA lainnya serta satu SMK.

Kepsek SMA Muhammadiyah: Ada Upaya Merusak Nama Baik Islam

Pihak sekolah SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Jakarta Timur, mengaku dirugikan dengan adanya cantuman nama sekolah di dalam selebaran acara pesta bikin bertajuk 'Spalsh After Class'. Kepala Sekolah, Slamet Sutopo menegaskan kepada pihak Event Organezer (EO) untuk menghapus daftar nama sekolanya di flayer tersebut.

Slamet menyesalkan pencatutan nama tersebut dalam pesta bikini yang rencananya digelar di saalah satu hotel di Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Sabtu 25 April 2015. "Kami kaget dan sekaligus menyesal apa yang ada dalam undangan pesta bikini tersebut tidaklah benar. Ada upaya dari oknum yang tidak bertanggung jawab merusak nama baik Islam, sekolah dan organisasi Muhammadiyah," terang Slamet  saat di hubungi Republika, Kamis (23/4).

Akibat kejadian tersebut, sang Kepala Sekolah ditelepon secara langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen Muhammadiyah. "Barusan pak Din Syamsudin telpon kami. Beliau sedang di Italia dan menanyakan kabar dan klarifikasi pemberitaan itu. Sedangkan pak Abdul Mukti Sekjen Muhammadiyah meminta pihak sekolah mengklarifikasi keterangan pers," jelasnya.

Slamet berani menjamin sekolah yang dipimpinnya tidak mungkin melakukan tindakan yang terbilang bertentangan degan nilai-nilai Islam dan moral. Terlebih siswanya dididik secara pedoman agama yang baik dan benar dari awal kelas 1 hingga kelas 3 SMA.

"Jelas tidak mungkin sekolah kami ikut serta dalam acara itu. Kami berbasis ajaran Islam. Nilai-nilai keislaman sangat dijunjung tinggi di sini. Kegiatan sekolah pun tak lepas dari nilai keislaman. Dari berpakaian, solat berjamaah, pengajian. Kami sangat ketat dalan nilai-nilai keislaman," tutup Slamet.

Di sisi lain, pesta kelulusan yang mengarah kepada acara 'nakal' tersebut membuat Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) merasa prihatin.

Ia menprihatinkan bukan terhadap pesta bikininya, tetapi prihatin terhadap Ujian Nasional (UN) yang dinilai memberi tekanan kepada para pelajar. Tekanan itu yang memicu terjadinya beberapa aksi negatif selepas UN.

Akun Penyelenggara Pesta Bikini Dihujat Netizen

Akun Twitter penyelenggara pesta bikini, @divine_prod, dihujat banyak netizen. Akun tersebut telah membuat heboh karena menyebar undangan bikini party bagi anak SMA.

Di dalam undangan itu tertulis akan diadakan pesta pada 25 April 2015 di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, dari pukul 22.00 sampai selesai. Tercantum, dress code para peserta, bikini dan summer dress. Undangan acara ini pun tertulis didukung oleh siswa-siswi dari SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA Alkamal, dan sembilan SMA lainnya serta satu SMK.

Hujatan yang netizen ditujukan langsung dengan menyebut akun @divine_prod. Mereka menyatakan kekecewaan karena akun tersebut menjadikan anak SMA sebagai sasaran undangan.

“@divine_prod lu mau bikin acara tapi gak pake otak kali yah,lulus aja belum tentu cuy!!gaya lu kek orang barat ae!!” tulis akun @Alfariisy.

Saya sebagai orang tua MENENTANG acara splash after class sesudah UN @Divine_prod mau jadi apa anak bangsa kita bikin bikini party!!!?” tulis akun @SantiMaulizal.

Akun yang memiliki pengikut sebanyak 1.035 itu sempat dikunci namun kemudian dibuka kembali. [yy/republika]