pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Bayi Sakit Kuning yang Berisiko Autisme

Bayi Sakit Kuning yang Berisiko Autisme Fiqhislam.com - Bayi yang lahir dengan penyakit kuning ditengarai memiliki risiko lebih besar mengidap autisme, menurut hasil sebuah studi. Adapun autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal.

Dalam hasil studi yang diterbitkan pada jurnal AS, Pediatrics, dikemukakan bahwa bayi yang dilahirkan antara 1994 dan 2004 di Denmark yang mengidap penyakit kuning, sebanyak 67 persennya mengidap autisme.

Adapun penyakit kuning yang juga dikenal dengan nama icterus atau jaundice adalah penyakit yang disebabkan menguningnya kulit, sclera (bagian putih pada mata), dan kelenjar ludah yang disebabkan tingginya kadar bilirubin pada tubuh. Biasanya, konsentrasi bilirubin pada darah harus melebihi 2–3 mg/dL untuk menimbulkan warna kuning yang bisa terlihat oleh kasat mata. Penyakit kuning biasanya dialami 60 persen bayi dan akan sembuh dalam waktu seminggu setelah dilahirkan.

Bulan kelahiran

Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa risiko mengidap autisme lebih besar bila sang ibu sudah pernah melahirkan anak sebelumnya. Anehnya, risiko ini juga lebih besar pada bayi yang dilahirkan antara Oktober dan Maret.

Risiko mengidap autisme akan lebih kecil bila bayi adalah anak yang pertama dilahirkan atau lahir antara April dan September. Dikemukakan pula, faktor perbedaan musim itu mungkin karena perbedaan paparan cahaya pada siang hari yang berefek pada panyakit kuning atau juga infeksi.

Adapun perbedaan risiko antara anak sulung dan anak berikutnya disebabkan perbedaan tingkat antibodi pada perempuan yang pernah melahirkan sebelumnya atau tingkat akses perawatan kesehatan setelah melahirkan. (Pri/OL-06/mediaindonesia.com)