pustaka.png
basmalah.png.orig


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Mengajak Anak Berpikir Mandiri

http://1.bp.blogspot.com/_Zq-QjAFtiQk/TG1IYNSZZdI/AAAAAAAACFs/GCLyk86HrBM/s320/anak+mandiri.jpg

Beberapa anak butuh bantuan untuk menentukan pilihan. Kadang, anak terlalu ketergantungan dengan orangtua atau pengasuhnya sehingga untuk mengambil suatu keputusan saja ia sering merasa bingung, takut, atau lebih parahnya, malas. Supaya ia bisa berdiri sendiri dan mandiri, ajarkan ia untuk berpikir mandiri dengan tips berikut ini:

1. Dorong untuk berpikir mandiri
Landasan untuk berpikir secara mandiri adalah dengan mengambil keputusan sendiri. Mulailah dengan pilihan kecil, seperti; buku apa yang mau dibaca hari ini, mau makan apa hari ini, dan sebagainya. Tentunya, penting untuk para orangtua memberikan pilihan yang tidak menyusahkan dan bisa Anda tolerir.

2. Berbagi opini
Ajarkan cara untuk berpikir mandiri dengan berbagi pikiran Anda dengannya. Beri contoh untuk berpikir mandiri dan mengutarakan pikiran.

3. Diskusi
Berlatihlah untuk berdiskusi. Dorong anak Anda untuk membagi pikirannya mengenai hal-hal yang ia sukai. Diskusikan segala hal, mulai dari musik, buku, atau tempat bermain favoritnya.

4. Terima jawabannya
Rayakan setiap jawaban yang ia utarakan. Opini anak Anda adalah hal yang sangat personal dan pribadi. Penting adanya untuk menerima opininya tanpa bias yang tak jelas. Karena ia harus mengetahui bahwa ia bisa mengutarakan pendapatnya tanpa harus merasa dihakimi.

5. Jadilah pendengar yang baik
Cara terbaik untuk mendorong si kecil untuk bicara dan berpikir untuk dirinya sendiri adalah dengan menunjukkan bahwa Anda peduli padanya untuk benar-benar mendengarkan ungkapnya.

6. Berikan pujian spesifik
Dorong pemikiran mandirinya dengan memberikan pujian pada cara pikirnya. Beri pujian yang tulus dan spesifik.

7. Akui kejujurannya
Ajak si kecil untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, jangan berekspektasi besar atas jawaban yang Anda ingin dengar. Tanyakan "apa pendapatmu?" Jangan memaksakan pendapat Anda padanya, apalagi dengan nada mengejek atau merendahkannya.

Dengan berpikir mandiri dan kreatif, si anak akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan bisa mengandalkan dirinya, bukan bersandar kepada orang lain terus menerus. (NAD | Editor: Nadia Felicia  | Sumber: msn/KOMPAS.com)