16 Dzulhijjah 1442  |  Senin 26 Juli 2021

basmalah.png

Merangsang Dan Kembangkan Potensi Otak Anak

http://ariefmas.files.wordpress.com/2010/03/kompas-com-sidik-jari.jpg

Seringkali ditemui seorang anak yang sudah berjam-jam membaca catatan atau buku pelajaran sekolah tapi tak satupun kalimat bisa dihapalnya. Ada juga yang kelihatan duduk anteng di kelas mendengarkan penjelasan guru tapi setelah selesai pelajaran tidak ada ingat sedikitpun semua hal yang dijelaskan guru sejak awal tadi.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Salah satunya adalah karena cara belajar yang salah. Menurut Bobby Hartanto, M.Psi, pakar bidang sumber daya manusia, masih banyak guru dan orangtua yang belum memahami gaya belajar anak.

"Ada orang-orang yang lebih mudah mengingat bila materi pelajaran diberikan lewat gambar, ada juga yang lebih suka mendengarkan, dan ada yang lewat gerakan. Beda gaya belajarnya, beda pula stimulasinya," katanya dalam acara seminar mengenai tumbuh kembang anak di Jakarta.

Untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar auditori, anak sudah cukup menangkap pelajaran dengan mendengarkan penjelasan guru. Namun anak tipe visual memerlukan gambar-gambar peraga. Sebaliknya dengan anak tipe kinestetik yang membutuhkan gerakan atau rabaan.

"Sebenarnya akan lebih baik kalau semua aspek tersebut dipakai. Karena makin variatif caranya, makin mudah anak mengingat materi yang disampaikan," paparnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan orangtua dan pendidik adalah memahami bagaimana cara kerja otak. "Otak manusia menyukai warna dan gambar. Karena itulah sebuah gambar akan bermakna lebih dari 1000 kata," urainya.

Untuk menyampaikan pesan atau nilai tertentu, Bobby menyarankan agar diberikan dalam bentuk poster bergambar dan berwarna. Misalnya untuk menyampaikan tentang budaya antri, kejujuran, dan lain sebagainya.

Penelitian menunjukkan, seseorang yang stimulasinya bagus, otaknya lebih rapat dibanding orang yang jarang distimulasi. "Kerapatan ini berkaitan dengan pertambahan koneksi antar sel otak," ucap Bobby.

Pembentukan kebiasaan baru akan membentuk koneksi baru, sedangkan pengulangan akan memperkuat koneksi sel lama. "Berikan anak berbagai stimulasi dan lakukan pengulangan sesering mungkin agar terus terbentuk sambungan antar sel-sel otak," katanya.

Tentu saja yang tidak kalah penting ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menimbulkan stres pada anak. Lakukan kegiatan belajar di luar kelas, diskusi kelompok, permainan menarik, dan berbagai cara lain yang mampu menggali ketertarikan anak.

Stimulasi dan nutrisi saat bayi dalam kandungan ialah dua hal yang saling terkait dan tidak bisa lepas di balik rahasia pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Begitu ajaibnya perkembangan otak bayi karena semua sel otak dibentuk di dua trimester awal kehidupan. Dan pada akhir trimester kedua yaitu saat usia kehamilan memasuki akhir minggu ke-26, bayi memiliki sekitar 150 milyar sel otak.

Jumlah sel ini memang sangat banyak, tapi mulai dari saat itu hingga bayi lahir tiga bulan setelahnya, lebih dari 100 milyar atau sekitar dua pertiga dari sel otak itu mati. Para dokter percaya bahwa ini terjadi karena sel otak harus terhubung satu sama lainnya untuk terus hidup. Sel-sel otak yang tidak terhubung akan dibuang dan terpangkas karena mereka tidak memiliki fungsi. Maka, di sinilah letak pentingnya stimulasi bagi otak saat bayi dalam kandungan atau pada fase prenatal.

Faktor stimulasi bagi otak akan lebih mengarah pada ketajaman fungsi dan kecerdasan. Semakin sering distimulasi maka semakin kuat koneksi antarsel saraf otak. Stimulasi yang dilakukan pada fase ini, yaitu saat bayi dalam kandungan, membuat bayi lebih cepat mengembangkan indera penglihatan, pendengaran, maupun syaraf motorik.

Dengan memberikan suatu kondisi lingkungan prenatal yang kaya dengan rangsangan, bayi dikondisikan untuk mengembangkan sel-sel otaknya sehingga jaringan otak yang lebih kuat dapat terbentuk. Rangsangan-rangsangan ini bertujuan untuk menyambungkan sel-sel otak sehingga tingkat kesadaran dan persepsi bayi semakin tinggi.

Salah satu alasan penting untuk rangsangan sebelum kelahiran dan mendukung pembangunan jaringan saraf adalah bahwa pada saat minggu ke-29 masa kehamilan, proses apoptosis terjadi. Apa yang dimaksud dengan apoptosis? Ini adalah proses sebagai bagian dari mekanisme biologi tubuh manusia, dimana proses ini memangkas jaringan yang tidak diperlukan atau tidak diinginkan sehingga jaringan sel otak yang lain dapat bekerja dengan lebih baik.

Jika bayi menggunakan otaknya lebih sering pada tri semester terakhir, maka semakin banyak sel otaknya yang akan terus hidup. Riset menemukan bahwa rangsangan dari orang tua – baik ayah dan ibu akan semakin merangsang sel otak untuk berhubungan satu dengan yang lainnya.

Manfaat stimulasi prenatal
Dengan memberikan rangsangan pada kandungan, jumlah neuron atau sel otak yang dipangkas dapat diminimalisasi. Tapi patut diingat, bahwa sang ibu harus terus megonsumsi makanan sehat dengan kecukupan gizi sesuai dengan aktivitasnya, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi alkohol, obat-obatan, rokok, atau racun lainnya yang dapat membahayakan si bayi.

Menilik beberapa manfaat stimulasi prenatal secara tidak langsung ini juga memiliki banyak manfaat tidak langsung, seperti, membangun hubungan spesial yang mendekatkan ibu dengan bayi yang baru lahir, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui makanan sehat untuk perkembangan otak bayi.

Kesuksesan menyusui juga dapat ditingkatkan setidaknya pada empat hingga enam bulan pertama dipicu dari pemikiran pentingnya memberikan yang terbaik untuk bayi. Stimulasi saat prenatal turut membantu meningkatkan kekuatan saraf bayi.

Meningkatkan jumlah sel otak bayi dan jumlah jaringan sel otak karena rangsangan yang diberikan kepada bayi saat ia dalam kandungan, adalah salah satu manfaat dan tujuan utama dari stimulasi bayi saat dalam kandungan. Yang paling penting dari semua rangkaian stimulasi itu, tingkat kepandaian bayi akan meningkat dan dasar-dasar karakter penting seperti kepercayaan diri dan optimisme akan muncul.

Tentu saja proses ini aka menyenangkan dan membantu seluruh anggota keluarga untuk memiliki hubungan dekat dengan si bayi yang akan segera lahir dan siap menyambutnya menjadi anggota keluarga baru. Riset membuktikan bahwa mengikuti program ini membantu membuat ikatan kekeluargaan yang kuat dengan bayi. Program ini juga membantu ayah dan kakak-kakak untuk membentuk ikatan dengan bayi yang lebih penuh kasih dan pengertian.

Fungsi bunyi dan sentuhan
Ada banyak program prenatal yang dapat dilakukan, namun pada kenyataannya terdapat banyak kesamaan dasar, yaitu dengan menggunakan bunyi dan sentuhan. Lewat penggunaan suara, hal ini dapat dilakukan dengan aktifitas sederhana seperti berbicara kepada bayi dalam kandungan, atau dengan menceritakan kisah anak-anak misalnya. Orang tua juga bisa menstimulasi misalnya dengan bernyanyi lagu-lagu terutama yang banyak pengulangan.

Lewat penggunaan musik, turut memegang peranan dalam menstimulasi perkembangan otak bayi, misalnya memainkan musik sederhana kepada bayi, atau musik klasik sekalipun, atau orang tua yang juga bisa memainkan alat musik. Sentuhan pun dipercaya dapat memberikan kedekatan natural orang tua dengan si bayi. Menyentuh sebaiknya harus lembut dan memiliki ritme khusus, dan tidak mengagetkan sang bayi. Para ibu dapat memijat secara lembut dan lama saat usia kehamilan tinggal enam minggu.

Sebaiknya jangan terlalu berlebihan untuk melakukan aktivitas prenatal ini, sebab bayi masih membutuhkan tidur layaknya orang dewasa. Bahkan, bayi dalam kandungan dapat tidur hingga 95 persen waktunya, tergantung periode perkembangannya. Akan lebih baik jika dilakukan rutinitas dengan aktifitas lain sehingga bayi dalam kandungan mampu mengantisipasi periode aktifitas prenatal yang dilakukan.

Otak kiri dan otak kanan
Ada baiknya untuk turut mengetahui perkembangan otak kanan dan kiri dalam kaitannya dengan kegiatan menstimulasi otak anak. Otak merupakan pusat persaratan yang terbagi menjadi kanan dan belahan kiri. Apabila otak kanan berkaitan denngan kreativitas, intuisi, dan seni, otak kiri lebih terkait dengan kmampuan menganalisis, berpikir logis serta mengarah pada sesuatu yang dihafal dan bersifat rutin.

Masing-masing sisi mengontrol hal-hal yang berbeda. Misalnya saat otak kanan kita mengontrol sisi kiri tubuh kita yang lebih kreatif dan emosional, otak kiri mengontrol analisis dan penilaian serta bagian kanan tubuh kita. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita menggunakan bagian kanan otak, dan saat kita mengerjakan sesuatu yang sudah kita ketahui atau pernah kita lakukan, otak kiri kitalah yang bekerja.

Kepribadian kita bisa jadi merupakan hasil dari kecondongan otak kita untuk berpikir dengan menggunakan otak kiri atau otak kanan dan bagaimana dua sisi ini berinteraksi. Terlalu menyederhanakan, apabila terdapat opini bahwa mereka yang menggunakan otak kiri memiliki sifat analistis dan sangat rapi. Kita juga mengenal otak kanan yang sangat artistik, tidak dapat diduga, dan kreatif.

Sebenarnya, setiap orang menggunakan masing-masing sisi otak untuk begitu banyak aktivitas sehari-hari, dan itu bergantung pula pada usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam kehidupan. Saat kita harus memilih menggunakan sisi otak yang mana merupakan saat untuk membentuk karakteristik dan kepribadian kita. Maka, kembali lagi kepada peran pemberian nutrisi dan stimulasi sejak dini, akan mendukung perkembangan otak yang cerdas. (

fn/km/ep/suaramedia.com