5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Pisahkan Kamar Anak di Usia Delapan

http://memory911.files.wordpress.com/2009/11/3055207526_57f5716332_o.jpg

Sudah lazim bagi orang tua untuk membiarkan sepasang anaknya berbagi kamar yang sama karena keterbatasan ruang di rumah. Akan tetapi, ada waktunya anak-anak membutuhkan ruang pribadi untuk diri sendiri. Kapan waktu yang tepat untuk memisahkan mereka?

Menempatkan sepasang kakak beradik di dalam satu kamar tidur--baik sesama jenis atau berlawanan jenis--bisa mempererat ikatan persaudaraan di antara mereka. Tapi, jika anak sudah mulai meminta ruang bagi dirinya sendiri, barangkali sudah tiba waktunya bagi Anda untuk membuat perubahan.

Sejumlah pakar menyarankan, sepasang saudara yang berlawanan jenis sebaiknya diberikan kamar tidur terpisah jauh sebelum mencapai masa pubertas. Menurut seorang prikoterapis dan pendiri situs Phoenix Rising Universe City, Jane Fendelman, usia delapan tahun semestinya waktu yang tepat untuk memisahkan mereka.

Nah, jika anak-anak Anda untuk sementara masih berbagi kamar tidur yang sama, berikut ini adalah sejumlah tips untuk menciptakan ruang individual bagi mereka:

1. Teritorial
Desainer interior dan penulis buku 'From Interior Design Intern to Employee: How to be ''Keeper,'' Jeanette Simpson, menyarankan untuk menempatkan furnitur seperti meja atau rak buku sebagai pembatas di antara dua tempat tidur. Dengan demikian, setiap anak memiliki teritorialnya masing-masing.

2. Kesatuan
Untuk menghormati hak individual anak, pertimbangkan untuk mengecat ruangan dalam dua warna yang berbeda, tergantung selera masing-masing anak. Simpson menyarankan untuk mengecat sebagian dinding ke atas dengan satu warna, dan sebagian dinding ke bawah dengan warna lainnya. Ciptakan satu kesatuan ruangan dengan furnitur dan seprei yang sesuai, tapi ciptakan individualitas lewat karya seni dan aksesori.

3. Personalisasi
Memersonalisasi daerah masing-masing anak bertujuan untuk membantu menciptakan ruang terpisah dalam kamar yang sama. Gunakan tema atau motif yang sama sekali berbeda untuk pemisahan ruangan secara visual, namun saling melengkapi. (LI/OL-06/Yulia Permata Sari/mediaindonesia.com)