10 Muharram 1444  |  Senin 08 Agustus 2022

basmalah.png

9 Tips Mengatasi Anak Suka Jajan Diluar

http://3.bp.blogspot.com/_mcpXUDrEHPk/SqXoYx-QXmI/AAAAAAAAAMU/IUPQKDKvHks/s320/anak2.jpg

Kebiasaan anak jajan di luar rumah mungkin saja, karena apa yang disajikan di rumah tak menarik baginya. Kebiasaan mengemil turut juga mendukung anak untuk jajan. Selain itu, anak bisa saja meniru sifat orangtuanya yang royal. Apalagi kalau orangtuanya terbiasa memberikan uang yang cukup banyak pada anak dan gampang menuruti keinginan anaknya.

Susahnya, kalau ada campur tangan orang lain. Bisa saja orang tua mengerti tentang bahayanya si tukang jajan. Tapi mungkin keluarga terdekat tidak, misalnya neneknya, tante dan orang lain yang memberinya uang, agar anak merasa senang atau nyaman berdekatan dengan mereka, inilah salah satu kesempatan bagi anak untuk berlaku konsumtif . Karenanya, pihak orang tua tidak perlu sungkan untuk mengingatkan siapapun, termasuk seluruh anggota keluarga untuk mendidik anak agar tidak berlaku konsumtif.

Selain faktor di atas peran iklan cukup besar memberikan pengaruh terhadap jajan si anak. Iklan TV dikhawatirkan membuat anak akan berlaku konsumtif. Anak yang kecanduan jajan tidak hanya membahayakan orangtua, tapi juga masa depan anak. Jajanan di luar tidak selamanya menjamin kesehatan. Perlu disosialisasikan bahwa makanan bergizi lebih baik dari pada makanan menarik. Jangan biasakan anak berlaku boros.

Cara Mengatasinya :

Pertama, usahakan membuat penganan sendiri yang sederhana setiap hari.

Kedua, sering berdialog dengan anak tentang efek buruk sikap konsumtif.

Ketiga, dampingi mereka ketika melihat tayangan iklan di televisi tentang beragam makanan.

Keempat, kalaupun memberikan uang jajan pada anak berilah sepantasnya. Arahkan untuk tak membeli makanan yang kurang terjamin kebersihan maupun gizinya.

Kelima, berilah pujian terhadap anak yang disiplin dan tak membelanjakan uangnya untuk membeli jajanan yang dilarang orangtua.

Keenam, giatkan budaya menabung dalam keluarga dan berilah penghargaan yang pantas bagi anak yang rajin menabung.

Ketujuh, tak ada salahnya memperlihatkan anak-anak yang sakit akibat kekurangan gizi atau mengkonsumsi makanan pabrik secara berlebihan (bias lewat bacaan atau tontonan).

Kedelapan, jangan menjadikan supermarket sebagai tempat hiburan bagi anak. Jadikan perpustakaan atau toko buku sebagai tempat hiburan agar mereka gemar membaca.

Sembilan, orangtua jangan ragu mengatakan ‘tidak’ atau ‘jangan’ pada anak. Kata-kata itu hendaknya disertai alasan masuk akal. (Prp/B2/berita21.com)