12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Urusan Gizi Anak, Ibu adalah Komandan

http://sitidjenar.files.wordpress.com/2009/03/906023730-agar-si-kecil-tak-kurang-gizi.jpg

Fenomena ibu bekerja tak hanya terjadi pada segelintir rumah tangga. Tapi apakah pekerjaan menghambat Moms untuk bisa memberikan nutrisi optimal untuk anak? Seharusnya tidak!

Pertumbuhan anak tidak hanya diukur dari perkembangan fisik, tapi juga kecerdasan, dan keaktifan geraknya. Di sinilah pentingnya makanan sehat sebagai salah satu penopang tumbuh kembang anak, selain juga rangsangan dari luar dirinya.

Dipaparkan dr Fiastuti Witjaksono SpGK, makanan sehat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Makanan sehat harus cukup secara kualitas maupun kuantitas. Karenanya, gunakan bahan makanan yang segar agar bisa mendapatkan vitamin dan mineral yang optimal.

“Pola makan anak dibentuk setelah usia 6 bulan saat anak mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Sebagai kunci awal pengenalan makanan, sajikan makanan yang bervariasi sehingga di pertambahan usia nantinya anak akan mudah makan,” katanya memulai perbincangan dengan okezone usai talkshow “Best Parenting for Busy Parents” yang diselenggarakan Philips Avent di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Kebanyakan orangtua bekerja saat ini menghadapi tantangan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mengingat waktu mereka singkat di rumah. Sebenarnya, kesibukan bukan alasan orangtua lepas dari tanggung jawab menyiapkan makanan sehat untuk anak.

Moms tak perlu memasak tiap kali ingin memberi makan anak. Fiastuti mencontohkan, Moms bisa mengolah makanan untuk 1-2 hari kemudian disimpan di alat penyimpan kedap udara, dibekukan, dan diberikan setiap waktu makan si kecil, seperti puree apel. Disimpan di kulkas, makanan bisa lebih sehat karena tanpa pengawet. Tapi, ditegaskannya, segera habiskan makanan yang dikeluarkan dari kulkas, dan kalau sisa, jangan dimasukkan lagi.

“Yang penting makanan segar diolah dengan baik, dan disimpan dengan cara yang baik. Simpan di container dan freezer kedap udara dan cahaya karena cahaya dan udara akan mengoksidasi makanan segar sehingga mudah basi. Prinsipnya, tiap kali makan, ambil untuk satu porsi,” imbuh spesialis gizi RS Cipto Mangunkusumo ini.

Gizi yang baik, dikatakan dr Fiastuti, dimulai dari bayi baru lahir sampai balita dan yang paling penting, dari rumah. Orangtua harus memberikan teladan bagi anak-anak untuk makan dengan benar. Jangan sampai orangtua kasih apa saja makanan yang dimau anak. Yang penting dia mau makan atau berhenti menangis. Dengan demikian, penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja nutrisi yang terbaik dan sesuai untuk anak.

“Ibu adalah komandan bagi diri sendiri, juga anaknya untuk urusan pemenuhan gizi anak,” tukasnya.

Untuk Moms, dr Fiastuti membagikan resep mengolah puree apel. Bahan-bahan yang diperlukan, antara lain 1 buah apel merah/hijau yang telah dicuci bersih, air secukupnya untuk mengukus, dan 75 ml air matang. Untuk cara membuatnya, kupas apel, buang biji dan bagian-bagian keras seputar biji lalu potong kasar. Kukus apel sampai lunak dengan air secukupnya, sekira 20 menit. Tunggu apel dingin, kemudian blender dengan air matang hingga halus. Jika airnya dirasa kurang, Moms bisa menambahkannya. Taruh puree dalam wadah, dan Moms siap memberikannya pada si kecil.

Lifestyle.okezone.com