5 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 29 Nopember 2022

basmalah.png

Lakukan Pendekatan Berbeda karena Tiap Anak Itu Unik

http://arkandas.files.wordpress.com/2009/05/anak.jpg

BIASANYA, anak pertama dan anak kedua punya perbedaan karakter yang signifikan. Tapi sayangnya, orangtua memperlakukannya sama. Perumpaannya, kita punya palu, kita anggap semua paku. Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi manusia mengagumkan, seperti kupu-kupu yang melewati proses metamorfosis dan berubah menjadi ciptaan nan indah.

Orangtua harus sadar bahwa mereka memegang peranan penting untuk perkembangan anak. Orangtua harus mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan anak. Sebagai orangtua, Anda pasti paham bahwa setiap anak dilahirkan dengan keunikan masing-masing.

“Ada empat karakter manusia, yakni dominance, influence, steadiness, dan conscientiousness. Untuk memaksimalkan keunikan kecerdasannya, orangtua harus memiliki pendekatan berbeda,” kata parenting motivator Gobin Vashdev pada talkshow bertajuk “Enfagrow A+ dan Enfakid A+ dengan Enfa A+ Formula” di Four Seasons Hotel.

Tipe dominance, misalnya, cenderung tidak mau disuruh. Kalau orangtua mendorong kecerdasannya dengan membanding-bandingkannya si anak dengan anak lain, ia justru membangkang. Contoh, “Kakakmu saja bisa, masak kamu enggak bisa?”. Gobin menegaskan, hanya sekira 3-10 persen anak yang suka tantangan demikian.

“Untuk anak tipe dominance, trik memotivasinya adalah dengan memberinya pilihan, misal ‘kamu mau makan sekarang atau 10 menit lagi?’ atau ‘mau makan dulu atau mandi dulu?’. Toh, sebenarnya untuk kita sama saja, karena ia tetap mandi dan makan. Berbeda dengan tipe influence yang senang dengan pujian untuk bisa termotivasi,” paparnya.

Pemerhati anak yang kerap dijuluki heart worker ini menegaskan, sangat penting bagi orangtua untuk tahu karakter anak. Dengan itu, orangtua bisa paham bagaimana cara berkomunikasi dengan anak, memotivasi, menstimulasi, dan sebagainya.

Faktor lingkungan
Dalam upaya mencerdaskan anak, sebagai orangtua, kita harus tahu dan penasaran lebih dulu. Para orangtua juga harus membekali dirinya dengan pengetahuan yang lebih lengkap lagi, seperti bagaimana cara memotivasi anak-anak belajar, bagaimana menolong anak membangun konsep diri dan menghargai diri, sehingga ke depannya anak akan tumbuh secara utuh dan optimal. Karena selain genetik, kecerdasan anak jauh lebih besar dipengaruhi oleh lingkungan, misal kegemaran baca orangtua.

Dalam perkembangan kecerdasan anak, terkadang orangtua lebih mementingkan hasil daripada proses. Bagaimana caranya nilai akademik anak tinggi. Saat bisa memuaskan keinginan orangtua, anak dipuji dan saat tidak dapat nilai memuaskan, anak dicecar dengan berbagai hinaan.

“Kalau anak berhasil, yang dipuji itu adalah prosesnya. Misal, ‘Nak, kamu harus bangga atas usaha yang kamu lakukan selama ini sehingga dapat nilai 10’,” ujarnya mencontohka
n.

Okezone.com - Fitri Yulianti