20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
ORANGTUA

Ibu Lebih Besar Menurunkan Risiko Asma Dari Pada Ayah

http://zulliesikawati.files.wordpress.com/2009/09/asma-med.jpg

Asma merupakan salah satu penyakit turunan yang tidak bisa disembuhkan. Asma bisa berakibat fatal hingga kematian jika penanganan serangannya tidak tepat. Faktor ibu lebih kuat menurunkan asma pada anak ketimbang ayah. Menurut Dr Noenoeng Rahajoe, Sp.A(K), dokter spesialis anak dan ahli paru RSCM, setiap anak memiliki peluang menderita asma sebesar 10 persen. Tapi bila ia memiliki riwayat asma dari keluarga, peluang asma akan semakin besar.

Ibu yang menderita asma akan melahirkan anak dengan kemungkinan 40 persen menderita asma, sedangkan ayah menyumbang kemungkinan 30 persen. Bila ayah dan ibu dua-duanya menderita asma, maka kemungkinan anak menderita asma menjadi 70 persen.

Tapi faktor riwayat keluarga atau bakat alergi ini bisa diatasi bila si anak selalu dihindarkan dari faktor-faktor pencetus yang bisa menyebabkan gejala dan serangan asma, yaitu:

  1. Lingkungan rumah, seperti debu rumah, asap rokok, kapuk, atau bulu binatang
  2. Makanan, seperti es, permen, coklat, kacang tanah, gorengan, snack gurih yang mengandung vetsin atau MSG
  3. Selesma (infeksi saluran napas akut)
  4. Aktivitas fisik berlebihan
  5. Kelelahan
  6. Perubahan cuaca


Namun, bila anak sudah terlanjur menunjukkan gejala-gejala asma, maka tindakan terbaik adalah melakukan penanganan yang tepat agar serangan tidak berakibat fatal.

DR Dr H Bambang Supriyatno, Sp.A(K), Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, menjelaskan bahwa penanganan serangan yang tepat adalah sebagai berikut:

  1. Selalu menyediakan obat-obat yang biasa anak gunakan setiap kali serangan, bisa berupa sirup, tablet, puyer, maupun inhalasi
  2. Dengan obat inhalasi, seperti Bronkodilator (obat pelega), NaCl (garam fisiologis), nebulizer (inhalasi uap), atau MDI (Metered Dose Inhaler)
  3. Dengan memberi oksigen yang cukup, sebaiknya selalu sedia tabung oksigen
  4. Mencari pertolongan tenaga medis secepatnya bila serangan tak kunjung reda


"Asma pada dasarnya tidak bisa disembuhkan, dalam arti tidak bisa dihilangkan, tapi asma dapat dikendalikan. Kiat utama pengendalian asma adalah penghindaran terhadap faktor pencetus," jelas Dr Bambang, yang juga Ketua Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia, dalam acara seminar sehari bertajuk 'Peran Guru dalam Pengendalian Asma pada Anak Sekolah' di Aula FKUI.

Yang sangat ditegaskan oleh Dr Bambang adalah penghindaran terhadap faktor pencetus. Oleh karena itu, orangtua dan guru harus selalu waspada terhadap faktor-faktor pencetus tersebut, terutama terhadap faktor makanan yang sangat menggiurkan bagi anak-anak.

Detik.com - Merry Wahyuningsih


Artikel Terkait
  1. Mengurangi Kekambuhan Asma Pada Anak
  2. Redakan Asma dengan Vitamin D
  3. Waspada, Penggunaan Inhaler Bikin Parah Asma
  4. Pil Estrogen Beresiko Timbulkan Asma
  5. Obesitas Berkaitan dengan Asma