12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Anak Autis Butuh Dorongan dan Pendampingan

Anak Autis Butuh Dorongan dan PendampinganFiqhislam.comBagi anak yang menderita autis, maka orangtua sudah selayaknya memberikan dorongan penuh kepada sang anak, termasuk dalam minat dan hobi yang disukai. Membebaskan anak untuk menekuni hobi yang dipilihnya, memang sudah sepantasnya. Namun, itu saja belum cukup. Sebab, anak pun perlu mendapat pendampingan dan tidak terkecuali bimbingan dari orangtua langsung.
 
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Yayasan Autisma Indonesia dr Melly Budhiman. Menurut dia, proses pendampingan anak ketika tengah melakukan hobi yang disukai, bertujuan memberikan motivasi kepada sang anak dalam mengembangkan karya mereka.


Melly menyayangkan, banyak orangtua yang hanya menyerahkan urusan pendampingan ini kepada terapis atau pengasuhnya semata. Jadi, mereka lantas menjadi lebih dekat dengan orang lain ketimbang orangtuanya sendiri.

Lebih jauh Melly menuturkan. Berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan bakat anak, bisa dipilih. Salah satunya dengan memasukkan anak ke sanggar melukis.

Bagi anak-anak autis, melukis bukan sekadar pemuas hobi. Lebih dari itu, melukis berfungsi sebagai terapi, untuk melatih motorik si anak.

”Karena motorik anak autis misalnya, jelek sekali. Mereka kalau mewarnai sering keluar garis. Nah, dengan latihan melukis, mereka menjadi lebih fokus dan tenang sekaligus melatih kepercayaan diri,” papar Melly.

Setali tiga uang dengan pendapat Theresia Tristini, orangtua dari Ayan, pelukis muda yang mengidap autis. Theresia mengaku, sejak mulai melukis, Ryan menjadi lebih tenang. ”Dia untuk berbicara susah, tapi lewat melukis dia seakan mengomunikasikan pikirannya dan membuatnya menjadi ekspresif,” ujarnya.

Uniknya, objek yang dilukis Ryan, cukup sekali dilihatnya kemudian langsung dituangkannya dalam kanvas dengan objek yang spesifik. ”Misalnya sedang dalam perjalanan dan melewati patung Pancoran. Dia akan menggambarnya sesampai di rumah,” tandas Theresia.

Perlu diketahui, setiap anak memiliki talenta berbeda. Karenanya, tugas orangtua untuk mencari tahu bakat anak. Boleh juga orangtua memasukkan anak ke kursus renang. Menurut Melly, berenang juga bermanfaat dalam melatih koordinasi motorik dan otot-otot serta berfungsi sebagai brain gym.

Koran SI/Koran SI/tty/Okezone.com