20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
ORANGTUA

Semua Anak Dilahirkan Jenius

http://zakomen25.files.wordpress.com/2009/11/anak_pintar1.jpg?w=300&h=216Tahukah Anda bahwa anak-anak kita sebenarnya pandai. Bukan sekadar pandai, malah mereka adalah jenius. Tidak peduli mereka cemerlang atau tidak di dalam suatu ujian, inilah kebenaran yang harus kita terima:

Maha besarnya daya Allah yang telah melahirkan semua anak dengan kebijaksanaan. Ya, SEMUA….semua anak! Tidak peduli, ayah ibunya jenius atau tidak, setiap anak yang lahir ke muka bumi ini, Allah swt telah anugerahkan dengan kejeniusan masing-masing.

Ada anak, Allah swt telah berikan dia kejeniusan dalam membaca dan menulis. Maka, anak-anak seperti ini, jika diberikan buku dan dinilai dengan kertas ujian, insyaAllah berhasil. Karena, memang jenius-nya ada dalam bidang tersebut.

Ada pula anak yang Allah telah berikan dia kejeniusan dalam nomor. Maka, anak-anak seperti ini, jika disuruh menjawab ratusan pertanyaan matematika sekali pun, pejam mata pun sudah dapat menilai.

Ada pula anak yang Allah berikan dia kejeniusan dalam bidang yang melibatkan aktivitas fisik, seperti olahraga, mekanik dan memasak. Untuk anak seperti ini, mereka tidak dapat belajar dengan hanya membaca. Mereka akan lebih cepat belajar dengan cara melakukan sesuatu (learn by doing atau disebut sebagai hands on learning). Jika disuruh membaca mungkin mereka tak mau, tetapi, jika disuruh berolahraga, dialah nomor satu!

Maka dengan itu, menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtua, untuk mengidentifikasi, apakah tipe jenius yang ada dalam diri anak-anak kita. Karena setiap anak dilahirkan dengan jenius yang berbeda, meskipun mereka lahir dari orang tua yang sama.

Setelah kita dapat mengidentifikasi apakah tipe jenius anak kita, maka mulailah proses pemeliharaan jenius tadi dengan "mengeluarkan", "membangun" dan "menghasilkan" kejeniusan yang diciptakan oleh Allah dalam diri anak-anak kita.

Karena, setiap jenius adalah berbeda, maka proses "pemeliharaan" setiap jenius juga adalah berbeda.

Anak yang jenius dalam membaca dan menulis dapat belajar berjam-jam dengan membaca saja. Tetapi, untuk anak-anak yang jenius secara fisik, jika disuruh duduk membaca buku saja (tanpa aktivitas atau pergerakan) dia akan cepat bosan. Karena dia bukan jenius dalam bidang membaca, tetapi dia jenius dapat melakukan pergerakan.

Sistem penilaian sekolah kita pada hari ini hanya menghargai mereka yang jenius dalam bidang membaca, menulis dan menghitung. Seandainya, anak kita tidak termasuk dalam jenius di bagian ini, kita seharusnya memberikan dukungan yang padu kepada bidang jeniusnya, dengan melibatkan dia dengan seberapa banyak aktivitas yang dapat membangun dan menghasilkan jenius yang telah ada dalam dirinya.

Bila anak-anak didukung untuk belajar dalam bidang yang disukainya, maka dia sendiri akan menemui jenius yang ada dalam diri mereka, dan insyaAllah, mereka akan berhasil.

Adalah sangat penting untuk kita memastikan anak kita terus aktif dalam bidang yang disukainya, karena jati diri @ self-esteem anak kita akan terus bertahan dan kuat selama dia berusaha untuk memantapkan jenius yang ada dalam dirinya.

Pokoknya, kita sebagai orang tua seharusnya BERSYUKUR dengan apa saja bentuk jenius yang Allah telah anugerahkan kepada anak-anak kita. Hargailah jenius yang ada pada diri mereka dan gunakanlah jenius tersebut untuk menggapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. InsyaAllah.

Anakkusoleh.com | suaramedia.com