fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Anak Tengah Paling Sering Melakukan Bullying

http://4.bp.blogspot.com/_vSTZKczJQ1A/S81-CODQLhI/AAAAAAAAAA8/X1vXbOoU2PQ/s320/bully.jpgAksi bullying (melakukan kekerasan baik fisik maupun mental) tidak hanya terjadi di sekolah. Dalam sebuah keluarga aksi bullying juga kerap dilakukan anak terhadap saudara-saudaranya.

Selama ini ada anggapan bullying paling sering dilakukan anak tertua terhadap adik-adiknya. Tapi dari hasil penelitian ternyata bukan anak tertua yang sering melakukan bullying melainkan anak tengah.

"Ada anggapan bahwa anak sulung yang paling sering melakukan bullying kepada adik-adiknya karena dia paling kuat dan besar. Tapi kenyataannya anak-anak tengah lah yang paling sering melakukan kekerasan dan menggertak saudara-saudaranya," kata Dr Alexandra Skew peneliti Institute for Social and Economic Research (ISER) dari University of Essex seperti dilansir dailymail, Senin (27/6/2011).

Dr Skew mengatakan anak tengah melakukan bullying karena mereka bersaing untuk mencari perhatian dari orangtuanya yang cenderung memperhatikan si sulung dan si bungsu. Anak tengah melakukan bullying dengan menggunakan barang-barang mainan, berlaku kasar atau menggertak saudara-saudaranya.

Hasil penelitian ISER terhadap 2.146 anak usia 11 sampai 15 tahun menemukan 50 persen anak-anak mengalami aksi bullying di rumahnya sendiri oleh saudaranya. Bullying yang dilakukan anak-anak di rumah ini tidak ada kaitannya dengan apakah keluarga itu miskin atau kaya, berpendidikan baik atau tidak.

"Bullying yang terjadi di rumah adalah murni terkait dengan perilaku orangtua," kata Profesor Dieter Wolke.

Anak-anak yang mengalami bullying menurut para peneliti berpotensi 14 kali lebih mungkin menderita masalah perilaku dan emosional. Dan anak-anak yang melakukan bullying juga cenderung melakukan hal yang sama saat di sekolah. Anak yang terbiasa melakukan kekerasan terhadap saudara kandungnya sendiri kemungkinan besar akan membawa sifat ini saat bermain dengan teman-temannya.

Peran orangtua sangatlah penting mengatasi masalah ini. Orangtua harus memperhatikan lebih baik lagi hubungan antara kedua saudara kandung dan menengahi konflik yang ada.

Kekerasan bisa terjadi sejak usia dini dan akan berkembang hingga dewasa jika tidak segera dihentikan. Kekerasan pada anak tidak hanya menimbulkan luka fisik tapi juga trauma terhadap mental anak yang dapat mempengaruhi perkembangannya.

Irna Gustia - detikHealth