pustaka.png
basmalah2.png


19 Rabiul-Awwal 1445  |  Rabu 04 Oktober 2023

Perlukah Kartu Kredit untuk Anak Remaja?

Fiqhislam.com - Pantas atau tidak pantasnya memberikan kartu kredit kepada anak remaja hingga saat ini masih menjadi perdebatan orangtua. Yang pasti, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat keputusan penting ini.

Di satu sisi, memiliki kartu kredit dapat melatih remaja bertanggung jawab terhadap kehidupan finansialnya. Di sisi lain, memberikan kartu kredit kepada anak dapat mengarah pada masalah serius dalam beberapa kasus.

Lantas, hal apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut ini adalah beberapa faktor krusial yang harus dipertimbangkan setiap orangtua sebelum memutuskan untuk memberikan kartu kredit kepada anak remaja mereka:

Dewasa dan bertanggung jawab
Pikirkan apakah anak telah cukup bertanggung jawab untuk menggunakan uang plastik ini. Apakah anak menunjukkan tanggung jawab dalam setiap rupiah yang ia habiskan? Apakah anak bersikap jujur kepada Anda? Apakah anak cukup bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dan mendapat peringkat bagus?

Jika anak masih harus berjuang keras untuk menabung, bersikap jujur, atau berprestasi baik di sekolah, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk memberinya waktu sampai lebih dewasa sebelum memberikan kartu kredit.

Sikap dewasa dan bertanggung jawab merupakan elemen penting yang harus dimiliki anak remaja sebelum membawa uang plastik ke mana-mana. Boleh saja Anda membebankan tagihan kepada anak Anda dengan cara memotong uang saku jika ia melanggar kesepakatan tentang jumlah tagihan. Namun pertimbangkan jika alasannya cukup masuk akal.

Jenis kartu kredit
Langkah selanjutnya adalah menentukan kartu kredit yang tepat bagi anak. Anda tentu tidak ingin syok melihat jumlah tagihan ketika tiba waktu pembayaran.

Pertimbangkan untuk memberikan anak kartu kredit prabayar. Jenis kartu kredit ini barangkali yang terbaik bagi remaja karena mereka tidak mungkin melampaui limit. Atau, pertimbangkan kartu kredit terjamin. Pada dasarnya, Anda pergi ke bank dan menaruh deposit sehingga anak tidak dapat menggunakannya melebihi batas.

Jika Anda percaya sepenuhnya kepada anak dan dengan kebiasaan pengeluarannya, pertimbangkan untuk memberikan remaja Anda kartu kredit tanpa jaminan dan mendaftarkan kartu tanpa limit.

Batasan pengeluaran
Bicarakan dengan anak tentang batasan-batasan penggunaan kartu kredit, untuk keperluan apa kartu tersebut boleh dipergunakan dan tidak boleh dipergunakan. Bicarakan pula tentang batasan pengeluaran realistis yang masih dapat diterima, pengeluaran sembrono, dan pengalaman pribadi Anda dengan kartu kredit.

Libatkan anak
Ajarkan anak tentang tanggung jawab dengan melibatkannya dalam proses. Ada beberapa opsi yang dapat Anda ambil. Misalnya, minta anak untuk membayar tagihan kartu kreditnya sendiri. Tapi, kebijakan ini barangkali sulit diterapkan jika remaja Anda tidak memiliki pekerjaan sambilan.

Atau, minta anak untuk membayar setengah tagihan kartu kreditnya. Dengan demikian, ia masih tetap dapat belajar tentang tanggung jawab dan Anda dapat menolongnya dalam hal pengeluaran. Anak pun kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam pemakaian kartu kredit, karena tahu bahwa Anda terlibat dalam pembayaran.

Tentukan plafon
Bicarakan pada pihak bank yang penyedia jasa kartu kredit. Jika memungkinkan, mintalah plafon tertentu untuk kartu tambahan yang kelak akan diberikan kepada anak remaja Anda.

Yulia Permata Sari | mediaindonesia.com