30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Ketika Anak Bertanya soal Kematian

Ketika Anak Bertanya soal KematianAnak-anak kecil belajar memahami dunia ini dengan bertanya kepada orang terdekat mereka. Lalu apa yang akan disampaikan orangtua ketika anak-anak mereka bertanya tentang kematian?

Pertanyaan berbobot yang diajukan anak-anak seperti 'Apa yang terjadi ketika Anda mati?','Apakah itu sakit?', 'Mengapa orang harus mati?', terkadang membuat orangtua ingin berlari dan bersembunyi, namun itu pun tak bisa dilakukan.

Menurut Dokter Anak, Melissa Arca, yang juga merupakan penulis seperti dikutip Sacbee, Rabu (7/9), cepat atau lambat sebagai orangtua harus siap menghadapi pertanyaan yang tidak nyaman tentang kematian dan membantu membimbing anak-anak untuk memahami salah satu misteri besar kehidupan.

"Kesulitannya itu terletak ketika menangani pertanyaan-pertanyaan tanpa berlebihan. Kita harus menjaga keseimbangan antara apakah anak-anak kita siap untuk menerimanya dan apakah itu terlalu cepat. Bahkan anak-anak pada usia yang sama mungkin tidak siap untuk pesan yang sama. Pendekatan ini mencerminkan keunikan mereka," jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan orangtua saat anak bertanya tentang kematian. Orangtua hendaknya mengetahui tahap perkembangan anak Anda. Anak usia prasekolah cenderung percaya pada peri dan bajak laut, seperti yang dijelaskan psikolog anak Heather Wittenberg di blog-nya, BabyShrink.com.

"Bicara sesuai tingkat mereka, dan tidak memberikan informasi lebih dari yang diperlukan," saran dia.

Pada saat anak Anda berusia 6 tahun dan lebih tua, mereka mulai memahami konsep kematian dan memahami finalitas nya. Bacalah ekspresi wajah anak Anda, dan Anda akan tahu kapan harus berbicara dan kapan harus berhenti. Saat kita sebagai orang dewasa goyah, saat itu, ketahuilah kapan harus berhenti berbicara dan bukannya mendengarkan.

"Hindari menggunakan eufemisme," kata Psikoterapis Anak Katie Hurley, yang praktik di Los Angeles. Gunakan kata "meninggal" misalnya, bukan "tidur untuk waktu yang lama". Mengakui jika Anda mungkin tidak memiliki semua jawaban dengan mengatakan Ibu dan Ayah tidak tahu segalanya.

Orangtua tidak perlu takut untuk menunjukkan emosi mereka. "Jika seseorang yang Anda cintai telah meninggal, tidak masalah untuk menunjukkan kesedihan. Biarkan anak-anak melihat air mata dan mendengar ekspresi Anda kesedihan," jelasnya.

"Ini adalah kekeliruan bahwa berbicara dan mengekspresikan emosi Anda lebih lanjut akan membuat trauma anak," kata Wittenberg. Sebaliknya, anak-anak belajar cara mengatasi diri mereka sendiri hanya dengan melihat Anda.

Dunn, seorang psikolog anak di Auburn yang blog di ChildPsychMom.com, mengatakan: "Jangan lupa, anak-anak Anda akan melihat Anda untuk melihat bagaimana Anda merespon selama waktu kehilangan, dan mereka akan belajar bagaimana untuk mengatasi kesedihan saat ini dan di masa depan hanya dengan melihat Anda mengekspresikan emosi Anda dengan cara yang sehat".

liputan6.com