10 Jumadil-Awwal 1444  |  Minggu 04 Desember 2022

basmalah.png

Buku Mewarnai tidak Disarankan untuk Anak

Buku Mewarnai tidak Disarankan untuk Anak Fiqhislam.com - Aktifitas seni dipercaya sangat bermanfaat bagi anak-anak. Banyak kegiatan yang bisa kita tawarkan kepada mereka seperti melukis, menari, atau menyanyi. Di antara itu semua, ada kegiatan mewarnai.

Buku mewarnai biasanya berisi berbagai gambar lucu yang diap diberi warna. Namun, ternyata ada pendapat kegiatan mewaranai sebenarnya kurang baik bagi perkemabnagn seni anak-anak, kenapa? Berikut alasannya seperti dikutip dari Babble.com:

1. Buku mewarnai mengajar anak-anak untuk menjadi pasif tentang kreativitas mereka. Alih-alih menggambar sesuatu sendiri, mereka malah mewarnai gambar yang telah disediakan.

2. Buku mewarnai mengajarkan balita untuk membandingkan hasil seni mereka dengan hasil seni orang dewasa.

3. Buku mewarnai mengarahkan balita merasa gagal. Hal itu terjadi bila mereka mewarnai di luar garis. Berapa banyak balita bisa yang telah melakukan itu?

4. Menulis terkait dengan kemampuan aksara. Semakin sering menulis, balita akan semakin mudah belajar menulis kemudian. Seperti menggambar, menulis akan membuat balita belajar membuat semua bentuk yang diperlukan untuk menulis alfabet. Sementara itu, mewarnai dalam garis yang telah ditentukan tidak memungkinkan itu terjadi.

Jadi apa yang sebaiknya dilakukan? Biarkan balita mencoret. Sediakan kertas kosong dan spidol atau krayon biarkan anak mengambar apa pun yang ia suka.

Prita Daneswari
mediaindonesia.com