21 Muharram 1444  |  Jumat 19 Agustus 2022

basmalah.png

5 Kiat Membahagiakan Anak

5 Kiat Membahagiakan Anak Fiqhislam.com - Ingin membahagiakan anak tidak harus dengan menuruti semua keinginan yang diinginkannya. 

Anda harus menyadari kebahagiaan sejati adalah kemampuan untuk mempertahankan cinta dalam kehidupan. Lalu bagaiman membantu anak-anak agar mencapai kebahagiaan sejati? Menurut situs BabyCenter jawabannya terletak dalam membangun sumber daya batin mereka. Berikut ini lima kiat untuk mewujudkan kebahagiaannya:

1. Sediakan waktu untuk bermain bebas
Bermain bebas dengan pengawasan Anda dari jauh membuat anak Anda menemukan apa yang mereka inginkan. Apakah itu membangun sebuah kota dengan permainan blok, menciptakan sebuah keluarga boneka binatang atau merancang mural. Dengan kata lain, ia dapat terhubung dengan jati dirinya. Anak Anda jadi mampu mengetahui apa yang dia suka bukan yang diinginkannya. Cara ini baik ketika saatnya ia memilih hobi bahkan karier.

2. Ingatkan hubungan antara pikiran dan tubuh
Secara langsung kondisi ini terkait dengan suasana hati. Jadi pastikan waktu tidur anak cukup sehingga ia siap untuk belajar dan bermain.

3. Ajarkan mandiri
Misalnya ketika anak Anda berjuang untuk menyalakan lampu dan melompat berulang-ulang untuk menggapai tombolnya. Anda mungkin akan terdorong untuk membantunya. Sebaiknya, biarkan dia mencobanya. Hal yang sama berlaku untuk masalah-masalah sosial. Namun tidak berarti Anda tidak dapat menawarkan dukungan dan saran. Sebaliknya, melihat tantangan sebagai hadiah yang dapat membantu dia belajar keterampilan baru.

4. Menjadi pendengar
Bertanya-tanya apakah anak Anda baik-baik saja?Tanyakan hal sederhana ini. Kemudian mendengarkan keluhannya. Beri anak Anda ruang dan waktu untuk mengutarakan isi hatinya.

5. Melatih perasaan
Kita bukan hanya menginginkan anak-anak kita menjadi bahagia, namun ingin mereka bertindak bahagia. Ajarkan dia untuk mengidentifikasi perasaannya dan mengungkapkannya dengan kata-kata. Misalnya, "Saya marah karena saya tidak mendapatkan giliran di ayunan!".

Annisa Indri Lestari
mediaindonesia.com