14 Muharram 1444  |  Jumat 12 Agustus 2022

basmalah.png

Belajar Mengatakan Isi Hati Bantu Anak Autis Lebih Mandiri

Belajar Mengatakan Isi Hati Bantu Anak Autis Lebih MandiriFiqhislam.com - Belajar untuk membicarakan berbagai hal dalam pikiran bisa membantu penyandang autisme membuat rencana dan menyelesaikan tugas sehari-hari yang rumit.

Ketrampilan ini dapat meningkatkan kemungkinan penyandang autisme dapat hidup mandiri dan fleksibel.

Para peneliti dari Universitas Durham di Inggris membandingkan 15 orang dewasa penyandang spektrum autisme dengan 16 orang dewasa normal dalam menyelesaikan tes untuk mengukur kemampuan perencanaan dan tugas mengingat dalam jangka pendek.

Autisme ditandai dengan perilaku yang dilakukan berulang-ulang dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi, berkomunikasi dan bersosialisasi. Para peneliti mengatakan bahwa berpikir akan menggunakan kata-kata atau tidak sangat berkaitan dengan gangguan komunikasi yang berakar sejak usia dini.

Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak penyandang autisme memiliki mekanisme untuk menggunakan 'inner speech', tetapi mereka tidak selalu menggunakannya dalam cara yang sama seperti anak-anak pada umumnya.

Mengajari anak autisme cara untuk melakukan inner speech, contohnya dengan mendorong mereka untuk menjelaskan tindakannya keras-keras, bisa memperbaiki gangguan komunikasinya. Pendekatan serupa sebelumnya telah terbukti mampu meningkatkan fleksibilitas mental di kalangan anak-anak dalam masa perkembangan.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Development and Psychopathology ini juga menyarankan bahwa anak-anak penyandang autisme dapat mengambil manfaat dari mempelajari kata-kata dari jadwal harian sekolahnya, daripada menggunakan jadwal tertulis atau gambar lainnya.

"Kebanyakan orang akan 'memikirkan sesuatu lewat kata-kata' ketika mencoba memecahkan suatu permasalahan. Hal itu akan membantu dalam merencanakan atau menyelesaikan tugas yang sangat rumit. Anak-anak dalam masa perkembangan cenderung berbicara keras-keras untuk membimbing dirinya sendiri ketika menghadapi tugas yang menantang," kata peneliti, David Williams, dosen di jurusan psikologi di Durham University seperti dilansir HealthDay, Kamis (26/1/2012).

Pada usia sekitar 7 tahun, anak-anak mulai berbicara kepada sendiri dengan cara berpikir lewat kata-kata untuk memecahkan masalahnya. Seberapa baik keterampilan ini sebagian besar ditentukan oleh pengalaman komunikasinya ketika muda.

Putro Agus Harnowo - detikHealth