9 Jumadil-Awwal 1444  |  Sabtu 03 Desember 2022

basmalah.png

Memotivasi Anak tanpa Paksaan

Memotivasi Anak tanpa PaksaanFiqhislam.com - Mendidik anak sejak dini tentang pentingnya disiplin sangat penting, juga aktivitas yang bisa membuatnya menjadi lebih mandiri kelak di waktu dewasa. Kadang, orang tua memang kewalahan dalam mengurus anak, terutama yang juga bekerja di luar rumah.

Memotivasi anak untuk melaksanakan tugas sebagai anak, misalnya belajar, perlu ada trik tertentu agar tidak terkesan memaksa. Berikut tipsnya menurut webmd.com.

Jadi contoh langsung untuk anak
Ingin anak makan sayur? Makan sayuran Anda. Bangun dan berjalan-jalan bersama untuk menunjukkan padanya bahwa bergerak itu menyenangkan. Anda adalah teladan terbaik yang bisa dimiliki anak. Jadi, mulailah lebih awal. Anak-anak mulai meniru orang tua pada usia yang sangat muda. Tahan dorongan untuk menyuap anak dengan makanan, mainan, atau hadiah lain untuk bekerja sama. Itu mengajarkan kebiasaan yang tidak sehat.



Beri waktu
Daripada memberikan mereka mainan video game atau waktu nonton TV, atau apa pun yang membuat mereka hanya duduk, buat waktu aktif. Pergi bermain golf mini, naik sepeda bersama, atau biarkan anak merencanakan sehari penuh dengan hal-hal aktif yang mereka suka. Mengapa ini berhasil? Anak-anak mendambakan perhatian, terutama jika harus berbagi waktu dengan saudara kandung. Jangan pernah meremehkan arti perhatian satu-satu bagi anak-anak, bahkan remaja.

Jangan gunakan makanan sebagai hadiah
Membuat permen atau makanan cepat saji sebagai hadiah mengajarkan anak-anak menggunakan makanan untuk memperbaiki perasaan. Itu bisa mengatur mereka untuk hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Menurut sebuah penelitian, orang dewasa yang memberi ganjaran makanan membuat anak-anak lebih mungkin untuk makan banyak.

Berikan pujian atas usaha mereka, bukan hanya hasil
Anak-anak butuh pujian. Jika ingin memotivasi, fokuslah pada upaya mereka lebih dari hasil akhir. Ketika anak menunjukkan foto yang ia buat, jangan hanya mengatakan itu bagus. Pujilah dia atas kerja kerasnya. Perhatikan detail spesifik.

Tetap tenang, jangan berteriak
Saat menyuruh anak melakukan sesuatu atau mendisiplinkannya, tetap tenang. Anak-anak dapat belajar bagaimana mengelola emosi dengan memperhatikan Anda.

Ajak olahraga
Jika Anda mencoba membuat anak-anak bergerak lebih banyak, bantu mereka menyadari bahwa olahraga menyenangkan. Setelah Anda dan anak naik sepeda atau bermain tenis, bicarakan perasaan itu. Ini mendorong anak Anda untuk memperhatikan perasaan yang sama, dan itu adalah motivasi alami untuk bergerak. Idealnya, anak harus aktif setidaknya 60 menit sehari.

Cari inspirasi
Tidak peduli kebiasaan apa yang Anda coba tanamkan, anak-anak memandang orang lain. Gunakan itu untuk keuntungan Anda ketika mencoba membuat mereka bergerak lebih banyak. Pergi nonton balet. Ajak mereka menonton sepakbola. Mungkin memotivasi mereka lebih dari apa pun yang bisa Anda katakan. Kemudian pergi bermain bola atau permainan lain dengan anak.

Buat tantangan memasak
Ingin mendorong pemilih makanan untuk mencoba sayuran baru? Pilih satu toko swalayan yang belum pernah Anda kunjungi. Lalu pulang dan coba resep yang menyertakan anak. Atau berikan anak yang lebih tua pilihan bahan-bahan sehat, seperti pada acara memasak. Biarkan dia memutuskan bagaimana mengubahnya menjadi makan malam. Jika dia berinvestasi dalam bagaimana makanan atau hidangan baru muncul, dia akan cenderung mencobanya.

Berikan pilihan
Alih-alih memerintahkan anak-anak melakukan pekerjaan rumah, berikan pilihan. Tanyakan apakah mereka ingin melakukan tugas sekarang atau dalam beberapa menit. Tanyakan apakah mereka lebih suka membuang sampah atau mencuci piring. Selain itu, memberi mereka pilihan mengajarkan bagaimana hidup sehat. [yy/tempo]