5 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 29 Nopember 2022

basmalah.png

Bahayanya Bila Orangtua Jadikan Ponsel sebagai 'Babysitter' untuk Anak

Bahayanya Bila Orangtua Jadikan Ponsel sebagai 'Babysitter' untuk AnakFiqhislam.com - Sebuah penelitian yang dilakukan di Journal of American Medical Association (JAMA) Pediatrics telah mengungkapkan bahwa tablet dan ponsel adalah pembimbing yang berbahaya bagi anak-anak.

Penelitian ini melibatkan 47 anak sehat usia 3 sampai 5 tahun untuk mengetahui efek dari penggunaan layar lebih dari satu jam per hari yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics, dikutip dari PhoneArena.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa anak-anak yang ditempatkan di depan layar selama lebih dari satu jam per hari tanpa melibatkan orangtua mereka memiliki masalah pada materi putih otak mereka.



Anak-anak yang diuji ternyata memiliki tingkat perkembangan materi putih yang lebih rendah, padahal ini adalah area otak yang cukup penting untuk pengembangan keterampilan, bahasa, kemampuan baca, serta kognitif bagi si anak.

Artinya, terlalu banyak anak menghabiskan waktu di depan gadget, tablet, komputer ataupun televisi akan mempersulit perkembangan keterampilan komunikasi bahkan juga dapat menghambat si anak untuk menyelesaikan suatu masalah. Bahkan saat ini 90% anak-anak telah terpapar ke layar pada saat umur mereka satu tahun.

"Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara penggunaan layar yang lebih tinggi dan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah. Ini penting karena otak berkembang paling cepat dalam lima tahun pertama. Saat itulah Otaknya sangat plastis dan menyerap segalanya, membentuk koneksi kuat ini yang bertahan seumur hidup," ungkap Dr. John Hutton, peneliti klinis di Cincinnati Children's Hospital sekaligus penulis utama studi ini.

Dokter Hutton juga menambahkan bahwa anak-anak yang menggunakan gadget selama lebih dari satu jam biasanya memiliki orangtua yang duduk di depan layar selama 10 jam. Akibatnya, tidak ada waktu untuk interaksi antara orangtua dan anak-anak mereka.

Melihat peristiwa ini, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa anak-anak usia 3 hingga 5 tahun tidak boleh terpapar layar lebih dari satu jam dalam sehari. [yy/okezone]

Bahayanya Bila Orangtua Jadikan Ponsel sebagai 'Babysitter' untuk AnakFiqhislam.com - Sebuah penelitian yang dilakukan di Journal of American Medical Association (JAMA) Pediatrics telah mengungkapkan bahwa tablet dan ponsel adalah pembimbing yang berbahaya bagi anak-anak.

Penelitian ini melibatkan 47 anak sehat usia 3 sampai 5 tahun untuk mengetahui efek dari penggunaan layar lebih dari satu jam per hari yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics, dikutip dari PhoneArena.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa anak-anak yang ditempatkan di depan layar selama lebih dari satu jam per hari tanpa melibatkan orangtua mereka memiliki masalah pada materi putih otak mereka.



Anak-anak yang diuji ternyata memiliki tingkat perkembangan materi putih yang lebih rendah, padahal ini adalah area otak yang cukup penting untuk pengembangan keterampilan, bahasa, kemampuan baca, serta kognitif bagi si anak.

Artinya, terlalu banyak anak menghabiskan waktu di depan gadget, tablet, komputer ataupun televisi akan mempersulit perkembangan keterampilan komunikasi bahkan juga dapat menghambat si anak untuk menyelesaikan suatu masalah. Bahkan saat ini 90% anak-anak telah terpapar ke layar pada saat umur mereka satu tahun.

"Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara penggunaan layar yang lebih tinggi dan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah. Ini penting karena otak berkembang paling cepat dalam lima tahun pertama. Saat itulah Otaknya sangat plastis dan menyerap segalanya, membentuk koneksi kuat ini yang bertahan seumur hidup," ungkap Dr. John Hutton, peneliti klinis di Cincinnati Children's Hospital sekaligus penulis utama studi ini.

Dokter Hutton juga menambahkan bahwa anak-anak yang menggunakan gadget selama lebih dari satu jam biasanya memiliki orangtua yang duduk di depan layar selama 10 jam. Akibatnya, tidak ada waktu untuk interaksi antara orangtua dan anak-anak mereka.

Melihat peristiwa ini, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa anak-anak usia 3 hingga 5 tahun tidak boleh terpapar layar lebih dari satu jam dalam sehari. [yy/okezone]

Detox Gadget Dapat Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Detox Gadget Dapat Atasi Kecanduan Gadget pada Anak


Fiqhislam.com - Hampir setiap hari publik dijejali berbagai informasi yang mengarus lewat internet. Sejajar dengan itu, hidup seolah terperangkap dalam ruang imut, smartphone.

Arus informasi, game, medsos, berbagai aplikasi dan keriuhan di dalamnya, tentunya juga mengundang keingintahuan anak-anak untuk menjajalnya. Memang terasa sangat menyenangkan bagi mereka, namun jika tidak dikontrol dengan baik maka bisa berakibat buruk, mulai dari kegilaan sampai kematian.

"Berapa waktu yang lalu kita juga dikejutkan oleh berita mengenai semakin banyaknya anak-anak yang kecanduan gadget dan akhirnya dirawat di beberapa rumah sakit jiwa," ujar Pemerhati Anak dan Ketua Rumah Amalia, Muhammad Agus Syafii di Jakarta, Rabu (6/11).

Menurutnya, banyaknya pasien anak-anak yang kecanduan handphone atau smartphone itu akibat banyak faktor, di antaranya gaya hidup anak zaman sekarang yang mudah mengakses hal negatif di dunia maya secara berlebihan.

Gaya hidup seorang anak yang tidak dapat lepas dari gawai dapat menimbulkan efek yang sangat buruk, terutama dalam tumbuh kembang anak. "Orang tua mempunyai peranan penting dalam menjaga anak-anaknya agar tidak kecanduan pada gawai, kebanyakan dari orang tua yang terlalu sibuk dan membiarkan anaknya bermain gadget untuk jangka waktu yang cukup lama," ungkap Agus.

Sedangkan yang dibutuhkan anak adalah bermain, karena di saat anak-anak ingin bermain, namun tidak adanya alat untuk bermain, maka gawailah yang mereka jadikan sebagai alat bermain.

Agus menuturkan bahwa banyak yang masih bisa dilakukan untuk menghindari anak kecanduan pada gadget, salah satunya adalah Program Detox. "Program Detox Gadget mengajak anak-anak untuk melakukan aktivitas menghentikan pemakaian teknologi sejenak dan kembali ke kehidupan nyata, seolah teknologi belum diciptakan," ujar Agus.

Dia menambahkan bahwa Detox Gadget memberikan beberapa manfaat seperti anak-anak lebih fokus belajar, menyebabkan hidup anak menjadi lebih bahagia, mental lebih sehat, daya ingat anak meningkat, membuat anak tidur nyenyak, anak lebih aktif berpikir, berdiskusi. Dan hal utama dengan Detox Gadget adalah anak lebih menemukan makna hidupnya. [yy/sindonews]