pustaka.png.orig
basmalah.png


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Pemahaman yang Keliru Tentang Autisme

Pemahaman yang Keliru Tentang AutismeFiqhislam.com - Sampai kini, autisme masih dipandang sebagai sebuah penyakit. Banyak informasi yang akhirnya juga keliru. Apa sajakah itu?

Kekeliruan ini terungkap dalam konferensi pers Yayasan Autisme Indonesia belum lama tadi. Seperti dikutip dari Intisari.com, sering para individu autistik ini disebut penderita. Padahal, faktanya, mereka tidak sedang menderita.

Ada juga informasi kalau autisme disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orangtua. Yang benar adalah autisme bukan kondisi emosional ketika anak menjauh dari orangtua. Tetapi akibat perkembangan neurobiologi di otak, BUKAN karena pola pengasuhan yang salah.

Tidak jarang pula, individu autistik disebutkan tidak bisa merasakan dan menyalurkan emosi mereka, kecuali emosi marah atau senang. Sebenarnya, individu autistik tidak kehilangan kemampuan untuk mempunyai hubungan emosional. Individu autistik bisa mengembangkan kepekaan emosional seperti individu lain pada umumnya.

Keliru juga jika mengangg autisme adalah sebuah penyakit mental. Autisme bukan penyakit mental, dan penyandang autis tidak cacat mental.

Kiranya momen Hari Autis Sedunia 2 April ini kita lebih bisa berempati terhadap individu autisme.

tribunnews.com