4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Islam dan Dunia Remaja Kini

Islam dan Dunia Remaja Kini


Fiqhislam.com - Teenager atau usia remaja, biasanya berkaitan erat dengan kenakalan remaja, yaitu pelanggaran norma, aturan dan hukum dalam masyarakat.

Faktanya, hari ini remaja kita banyak yang terjerumus pada hal-hal semisal narkoba, tawuran, seks pra-nikah, aborsi dan masih banyak lagi perilaku menyimpang lainnya.

Seolah usia remaja menjadi momok yang mengerikan untuk sebagian orang, bahkan bagi masyarakat. Indikasi yang disebut menjadi penyebab kenakalan remaja adalah krisis identitas, lemahnya kontrol diri hingga faktor keluarga dan perceraian orang tua.

Ilmu pengasuhan di pasaran banyak mengajarkan kepada orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar dari kenakalan remaja dengan berbagai kegiatan. Misalnya, berolahraga, melakukan berbagai aktivitas ekstrakurikuler musik, tari dan sebagainya.

Hal tersebut dianggap sesuai dengan tahap perkembangan fisik dan emosi anak. Tak hanya itu, kadang orang tua dituntut untuk dapat mengalihkan dorongan seksual anak remajanya juga dengan aktivitas fisik berupa olahraga.

Terlepas dari cara tersebut bekerja atau tidak, orang tua perlu waspada terhadap perkembangan teknologi. Karena perkembangan mental anak berada dalam genggaman mereka. Apa yang anak-anak lihat akan mempengaruhi pemikiran dan tentunya pemikiran mendorong lahirnya perilaku.

Peristiwa terdekat yang mampu kita lihat adalah efek setelah penayangan film Dilan, Say I Love You, Dua Garis Biru dan semisalnya. Bila dilihat dari adegan film Dilan misalnya, banyak adegan negatif yang dipertontonkan, seperti pacaran secara terbuka, perkelahian dengan guru dan sesama pelajar.

Konten yang ditayangkan cenderung memicu rasa penasaran remaja hari ini untuk ikut melakukan hal serupa. Hal ini terjadi juga karena standar baik dan buruk, sukses atau tidak bersandar pada orang-orang tenar seperti aktor dan aktris.

Sungguh miris bangsa kita hari ini. Tontonan yang harusnya menjadi tuntunan sekaligus teladan tak mampu kita dapatkan. Padahal dalam peradaban Islam, tokoh-tokoh penggerak perubahan berasal dari golongan  muda, 7 diantara sahabat Rasullulah الله عليه وسلم صلى adalah para pemuda yang usianya dibawah 30 tahun termasuk di dalamnya adalah remaja.

Mereka dibalut oleh keimanan dan ketakwaan serta pengetahuan yang mumpuni dalam membangun negara. Tak hanya itu, generasi muda muslim juga memiliki kepribadian yang unik dan bermartabat.

Jika Indonesia didominasi oleh generasi muda muslim yang bertakwa, bukan tidak mungkin bangsa ini dapat menjadi negara berprestasi dan mampu membangun peradaban yang unik seperti yang dicontohkan Rasul dan para sahabat. Maka, sepertinya perlu menstandarkan kepribadian remaja Indonesia pada standar Islam. 

Windya Luluk Adityaningrum, pengajar rumah tahfidz balita dan anak, Malang.