14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Kiat Kendalikan Anak Agresif

Kiat Kendalikan Anak Agresif


Fiqhislam.com - Setiap anak memiliki kecenderungan berbeda. Ada yang aktif bahkan melakukan berbagai agresi yang bisa saja membuat kewalahan.

Berikut sejumlah tip menangani kecenderungan mereka, dilansir Indian Express, Selasa (15/1).

Ceritakan Kisah

Untuk menanamkan nilai yang baik, orang tua bisa menceritakan kepada anak berbagai kisah. Cerita harus menyenangkan, bebas dari pertempuran dan kekerasan, misalnya tentang hewan dan alam, berbagi dan peduli.

Ketika mereka berusia lima atau enam tahun, boleh saja memperkenalkan cerita dengan orang-orang baik dan orang-orang 'jahat'. Anak, yang ingin dianggap sebagai yang terkuat dari semuanya, akan berbicara dengan keras, bahkan terlihat marah untuk membuktikan kekuatannya.

Carilah media lain

Ketika Anda merasa tidak berdaya atau lemah, kebutuhan untuk menegaskan kekuatan Anda keluar sebagai kekerasan. Dari mana anak-anak mendapatkan gagasan tentang kekerasan? Mereka melihat orang tua mereka, tetangga, teman, begitu banyak program di TV atau video di ponsel.

Semua paparan ini meninggalkan kesan dan memiliki dampak kuat pada pikiran anak-anak, lebih dari yang kita ketahui. Mereka sensitif dan jika Anda marah di dalam tetapi tetap bersikap seolah semuanya baik-baik saja, anak-anak akan mengetahuinya.

Introspeksi

Anak-anak menjadi marah atau menunjukkan agresi karena alasan yang tampaknya sangat konyol. Tapi alasan sebenarnya adalah sesuatu yang lain, rasa tidak aman yang merayap masuk entah bagaimana.

Itulah sebabnya di masa lalu, orang tua tidak akan pernah menunjukkan kemarahan di depan seorang anak. Mereka bahkan tidak akan berdebat atau menggunakan kata-kata kasar. Tampilan kemarahan di depan umum dianggap sebagai kelemahan.

Jika anak Anda agresif, perhatikan gaya hidup Anda sendiri. Apa yang sedang kamu lakukan? Apakah Anda berteriak pada pembantu rumah tangga atau pada hewan peliharaan Anda?

Apakah Anda berteriak pada pasangan Anda sendiri? Atau ada yang di depan anak itu? Apakah kamu sedih? Apa reaksimu? Inilah sebabnya mengapa kita perlu bermeditasi dan berlatih pranayama atau teknik pernapasan dalam.

Melibatkan anak dalam kegiatan

Hal penting lainnya adalah melibatkan mereka dalam kegiatan, seperti olahraga yang memungkinkan mereka menyalurkan energi secara konstruktif. Hanya bermain gim video atau menonton TV tanpa aktivitas fisik hanya meningkatkan kegelisahan dan membuat mereka rentan terhadap agresi.

Anda akan melihat bahwa hari anak Anda memiliki lebih banyak waktu layar. Dorong mereka untuk keluar dan bermain, terlibat dengan orang-orang nyata, berlari dan mengisi paru-paru mereka dengan udara segar.

Hargai Anak

Meskipun penting untuk menegur kemarahan, penting juga untuk mengenali ketika mereka lembut dan hargailah mereka. Orang tua bisa meminta anak yang sedang marah untuk pergi ke sudur dan mengajaknya meninggalkan kemarahannya di sudut itu.

Sekolah hari ini tidak mengajari anak-anak cara menghadapi emosi negatif. Ini adalah aspek penting dari membentuk karakter anak. Guru harus tegas dalam mendorong sikap yang benar pada anak. Mereka harus mengenali kekuatan seorang anak yang mampu berjalan jauh dari perkelahian dan tidak hanya bereaksi dan membalas.

Mereka harus memberi penghargaan dan memperhatikan ketenangan pada anak. Sering kali, sikap agresif pada anak muncul dari sekadar menginginkan perhatian.

Orang tua harus memberi guru ruang untuk mendisiplinkan anak. Tidak apa-apa jika anak Anda nakal dan guru telah mendisiplinkannya. Orang tua harus mendorong rasa hormat terhadap guru. Jika tidak, anak tidak akan mendengarkan atau menghormati guru lagi dan proses belajar yang baik itu pun tidak lagi berjalan.

Makanan

Makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita juga memiliki peran penting. Terlalu banyak permen, makanan yang digoreng (seperti keripik) dan makanan berminyak meningkatkan kegelisahan pada anak.

Selain itu, makanan mereka harus dimasak dan tidak dikemas dalam penyimpanan dingin. Dorong mereka untuk menikmati buah sebanyak keripik, mungkin satu buah keripik bisa menjadi kesepakatan.

Jika memungkinkan, disarankan untuk menghindari produk makanan yang terbuat dari biji-bijian dan sayuran yang dimodifikasi secara genetik. Makanan memiliki dampak langsung pada pikiran dan ketika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, memiliki dampak yang pasti pada sifat atau sikap anak.

Waktu bersama

Di atas semua itu, sebagai orang tua, penting untuk menghabiskan waktu berkualitas tanpa melakukan apa-apa dengan anak Anda. Hanya duduk bersama mereka tanpa melihat ponsel kita, memberikan perhatian penuh pada apa yang mereka katakan, hanya dengan bersama mereka 100 persen memberi rasa aman yang besar kepada anak. Seorang anak yang tidak aman lebih cenderung menyerah pada agresi daripada orang yang merasa aman dan diperhatikan.

Tersenyum

Ajari anak-anak bahwa orang yang tersenyum lebih kuat. Tunjukkan pada mereka kapan harus membela apa yang benar, dan kapan harus berjalan menjauh dari perkelahian. Sebisa mungkin, lindungi kepolosan mereka. Sebisa mungkin, berikan mereka kebanggaan tanpa kekerasan. [yy/republika]