<
pustaka.png
basmalah.png

》ORANGTUA

Orangtua Hobi Main Gawai, Dampak pada Anak Sungguh Mengerikan

Fiqhislam.com - Kecanduan gawai atau technoference tidak hanya merenggangkan hubungan anak dan orangtua.  Gail Bell, psikolog sekaligus pendiri klinik konsultasi Parenting Power di Calgary, Kanada, mengingatkan technoference juga berdampak negatif bagi perkembangan anak, salah satunya menghambat kemampuan bicara anak hingga menyebabkan keterlambatan bicara.

“Orangtua sibuk mengetik pesan dan menggunakan headphone. Ketika anak bicara kepada orangtua (yang sedang asyik bermain gawai) dan mereka tidak mendapat respons, anak akan mendapat pesan bahwa mereka tidak seharusnya bicara,” papar Bell.

Technoference juga memicu perilaku negatif anak. “Technoference meningkatkan rengekan anak, membuat mereka berusaha menarik perhatian orangtua dengan mendorong atau berbuat kenakalan, atau, karena mereka masih kecil dan belum mampu berkomunikasi dengan lancer, menjadi tantrum, menangis, berguling di lantai, berteriak, dan menjerit. Dan itu pasti situasi yang sangat menyulitkan,” kata Bell.

Jangan bingung jika anak terlambat bicara padahal penggunaan gawainya sudah dibatasi. Jangan kaget pula jika anak sering bertindak nakal, mudah mengalami tantrum, dan sering memancing emosi.

Coba berkaca, siapa yang lebih sering Anda pandangi, wajah anak atau layar ponsel? Mana yang Anda prioritaskan, membalas pesan di ponsel atau menjawab pertanyaan anak?

David Hill, dokter anak yang tergabung dalam Akademi Pediatri Amerika Serikat, menegaskan, cara terbaik mengajari anak menggunakan gawai dengan bijak adalah dengan memberi contoh.

Jadi, melarang anak menggunakan gawai bukan solusi terbaik. Menjadi contoh bagi anak dalam menggunakan gawai dengan bijak lah yang akan menyelamatkan mereka dari efek buruk penggunaan gawai berlebih. [yy/tempo]

top