pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Cara Hindari Si Kecil Sakit Kronis

Fiqhislam.com - Kasih sayang yang diberikan seorang ibu tidak hanya akan membuat anak merasa bahagia, namun juga dapat menghindari buah hati dari penyakit kronis. Benarkah ?

Cara Hindari Si Kecil Sakit KronisSebuah penelitian mengungkapkan bahwa cinta seorang ibu kepada anak dapat melindungi anak dari berbagai penyakit serius, kendati anak telah menjadi orang dewasa berusia paruh baya.

Dilansir Dailymail, studi peneliti Brandeis University di Boston mengungkap anak yang memperoleh cukup kasih sayang dari ibu mereka memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit berat seperti diabetes dan jantung saat dewasa.

Mereka meneliti 1.000 orang yang memiliki latar belakang dari keluarga berpenghasilan rendah. Banyak penelitian sebelumnya menghubungkan kondisi ekonomi ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kesehatan di kemudian hari dan harapan hidup yang lebih rendah.

Namun ilmuwan menemukan, sebagian mereka yang berasal dari keluarga kurang beruntung berhasil keluar dari tren ini, karena mereka memiliki ibu penuh kasih.

Peserta yang berusia rata-rata 46 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan penuh di rumah sakit. Mereka ditanya mengenai ibu mereka, antara lain seberapa peduli ibu terhadap masalah mereka serta berapa besar perhatian yang diberikan ibu saat dibutuhkan?

Setelah ditelusuri, para ahli akhirnya menemukan bahwa mereka yang menderita penyakit kronis ketika dewasa, berasal dari latar belakang di mana masa kecilnya mengalami penuh tekanan, sehingga meningkatkan kemungkinan anak menderita penyakit seperti diabetes, stroke atau hipertensi di kemudian hari.

Namun mereka yang dibesarkan dengan penuh cinta ibu diketahui memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang mereka yang tidak dekat dengan ibu mereka.

Peneliti berpikir, hal ini mungkin disebabkan karena adanya rasa empati dan harga diri yang diajarkan oleh ibu kepada anak-anak mereka.

"Masa kanak-kanak dapat meninggalkan residu biologis yang muncul di usia paruh baya. Namun, di antara mereka yang berisiko mengalami kesehatan yang buruk, ada yang bernasib baik memiliki ibu yang penuh cinta yang memengaruhi fisik mereka di kemudian hari," ungkap peneliti Profesor Margie Lachman.

Menurut Lachman, pengasuhan ibu bisa mengombinasikan empati sebagai strategi anak mengendalikan stes sehingga memengaruhi kesehatan mereka dan mendorong anak menjalani gaya hidup sehat.

Walaupun tak melihat peran ayah, peneliti percaya ayah juga memiliki peranan penting kepada generasi muda dari pengalaman yang dilihat saat mereka kanak-kanak.

"informasi ini dapat membantu merancang pelatihan untuk orang tua agar dapat membantu mengatasi stres anak mereka, menciptakan gaya hidup sehat dan menjadikan anak memiliki kendali atas nasib mereka sendiri," ungkap Lachman.

inilah.com