29 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 04 Desember 2021

basmalah.png

Anak Jago Kandang: di Rumah Aktif, Diluar Rumah Pendiam

Anak Jago Kandang: di Rumah Aktif, Diluar Rumah Pendiam


Fiqhislam.com - Apakah anak Anda termasuk yang banyak berbicara saat berada di rumah, tapi tiba-tiba jadi pendiam ketika di sekolah? Atau mungkin dia selalu malu-malu dan terus menempel pada Anda?

Seperti dikutip dari Purewow, menurut Bernardo J. Carducci, Ph.D., profesor psikologi dan direktur Shyness Research Institute di Indiana University Southeast, rasa malu saat masa anak-aak adalah hal yang sangat biasa terjadi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendorong anak-anak membebaskan dirinya dari rasa malu.

Tujuh cara berikut ini dapat Anda coba untuk membantu anak menjadi lebih nyaman dan percaya diri.

1. Tidak ikut campur
Jika melihat dia berjuang untuk berteman di taman bermain, sangat menggoda Anda untuk masuk dan memberinya dorongan ke arah kelompok yang bermain di sekitar ayunan. Tapi Carducci mengingatkan kalau Anda terlibat, anak tidak akan belajar "toleransi frustrasi" yaitu, bagaimana menghadapi situasi tertentu yang mereka hadapi. Ini keterampilan yang sangat berharga yang dia butuhkan di luar rumah.

2. Tetap di dekatnya
Saat mengajak anak ke pesta ulang tahun misalnya, buatlah sebuah titik untuk berada di sana sampai dia merasa nyaman dengan situasi ini. Cara ini memberinya kesempatan sebagai pemanasan untuk suasana dan lingkungan baru.

Tetap berada di sektarnya sampai dia merasa nyaman dengan lingkungan baru, kemudian tinggalkan dia. "Jangan meninggalkan terlalu lama dan beritahu dia Anda akan kembali dan dia akan baik-baik saja," ucap Carducci.

3. Siapkan mereka untuk situasi baru
Masih di pesta yang sama. Pergi ke rumah seseorang untuk pertama kalinya bisa jadi menegangkan buat anak. Bantu buah hati dengan membicarakannya melalui skenario sebelumnya.

Cobalah sesuatu seperti, "kami akan menghadiri pesta ulang tahun Sally minggu depan. Ingat kan, kamu pernah menghadiri pesta ulang tahun sebelumnya, seperti di rumah Paman John. Di pesta ulang tahun, kita bermain game dan makan kue. Kita akan melakukan hal yang sama, tapi di rumah Sally."

4. Jadilah contoh bagi anak
Bersikaplah hangat dan ramah dengan orang-orang yang Anda temui, maka anak-anak akan belajar meniru perilaku ini. Tapi jika Anda merasa tidak nyaman ketika mendekati sekelompok orang asing, maka jangan mengharapkan anak Anda melakukan hal yang sama. Bahkan jika orang-orang asing itu adalah teman di kelasnya.

5. Jangan memaksa
Jangan perkenalkan anak kepada sesuatu yang baru dengan menggunakan pendekatan "faktorial" atau teknik di mana Anda mengubah satu atau dua hal sekaligus. Misalnya, mulailah dengan mengundang tetangga baru yang seumuran juga ibunya ke rumah Anda untuk bermain. Begitu mereka bermain bersama dengan nyaman dan gembira, ubah lingkungan dengan membawa kedua anak ke taman.

Setelah situasi itu menjadi lebih nyaman, Anda bisa mengundang teman lain untuk bergabung. Berikan anak waktu untuk menyesuaikan diri dan terlibat dengan setiap langkahnya. yy/Nia Pratiwi/tempo]