7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Anak Bisa Tumbuh Jadi Depresif Kalau Orangtua Terlalu Banyak Kerja

Fiqhislam.com - Seiring kekinian zaman dan tuntutan hidup, banyak orangtua bekerja tak mengenal waktu dan sering meninggalkan anak dengan pengasuh. Berbahayakah hal ini bagi pola pikir dan perilaku anak di masa depan kelak? Menurut para ahli, jawabannya adalah, Ya!

Anak Bisa Tumbuh Jadi Depresif Kalau Orangtua Terlalu Banyak KerjaProfessor Janet Reibstein dari Universitas Exeter mengungkapkan bahwa jika anak ditinggal terlalu lama dengan pengasuhnya, akan tertanam sebuah kesan di bawah alam sadar mereka bahwa orangtuanya tidak begitu memedulikan mereka. Waktu orangtua bekerja ke kantor dan meninggalkan anak dengan pengasuh, hal tersebut wajar. Namun jika saatnya waktu pulang kerja tapi sang orangtua tak kunjung pulang, anak akan mencari dan timbul sebuah kecemasan.

Dilansir oleh Dailymail, seorang psikolog yang menerbitkan buku tentang mengasuh anak berjudul, A Home For The Heart, menjelaskan kecemasan anak jika orangtua terus-menerus lembur akan membentuk sebuah 'luka' secara psikologis pada anak. Perilaku yang timbul bisa beragam, mulai dari banyak diam, menghindar atau tak lagi dekat dengan orangtua.

Jika terus-menerus terjadi, mungkin dalam jangka pendek tak terlihat dampak yang signifikan pada anak. Namun saat ia beranjak dewasa, kemungkinan besar ia menjadi karakter yang mudah depresi dan menutup diri. Hal ini juga diakui oleh aktris Katie Holmes (33 tahun) yang cuti dari dunia akting demi putrinya Suri.

Disarankan oleh para ahli agar orangtua berhenti sejenak untuk merenung. Jangan pernah meletakkan karier di atas segalanya jika memang ingin membesarkan anak yang baik. Setiap orangtua memiliki gaya mengasuh masing-masing, namun jika komunikasi tidak terlalu baik, akan menjadikan anak rentan terhadap gangguan psikis dan mental.

Bagaikan cermin, jika orangtua melakukan hal yang kurang baik, sang anak akan menirunya. Sama halnya dengan perhatian dan kasih sayang, jika orangtua tidak bisa mengakomodir dengan cara yang benar, sang anak pun akan menjalani cara serupa meskipun tak sama di masa depan.

Penny Mansfield, Direktur dari riset keluarga One Plus One melihat fakta dimana orangtua mengkompensasikan absennya diri mereka kepada anak dengan sejumlah material/hadiah. Hal ini mungkin membahagiakan anak dalam jangka pendek, namun secara mental akan terbentuk pola serupa saat ia dewasa.

wolipop.detik.com