5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

5 Tips Mendukung Anak Berprestasi Dalam Bidang Olahraga

Fiqhislam.com - Apakah si kecil sangat menyukai olahraga, entah itu renang, sepakbola atau basket? Jika iya, sebagai orangtua Anda tentu perlu mendukungnya selama yang dilakukannya positif. Apalagi jika ternyata anak menunjukkan kemampuannya pada bidang tersebut.

Atlet senam asal Amerika Serikat Nastia Liukin, memberikan beberapa tipsnya untuk Anda para orangtua yang ingin mendukung si kecil terus berprestasi di bidang olahraga. Peraih medali emas olimpiade Beijing itu merasa orangtua punya peranan penting untuk mewujudkan harapan atau cita-cita anak.

Nastia sendiri memulai karirnya sebagai atlet senam sejak usia tiga tahun. Perkenalan dininya dengan cabang olahraga tersebut tidak lain karena keduaorangtuanya juga atlet senam.

Berikut ini saran dari atlet senam cantik keturunan Rusia-Amerika ini:

1. Dorong Anak untuk Memiliki Cita-cita yang Tinggi
"Aku selalu memiliki cita-cita yang tinggi dan itu tidak pernah terlalu awal (untuk dimulai)," ujar Nastia. "Ada banyak anak-anak perempuan dan laki-laki yang akan menonton Olimpiade musim ini dan jika orangtua melihat ada ketertarikan pada anak, mereka (orangtua) sudah pasti harus mendukungnya," ujar wanita berusia 22 tahun itu.

2. Bantu Anak untuk Tetap Fokus - Dengan Cara yang Menyenangkan
"Aku selalu memberikan nasihat bagaimana agar tujuan tercapai yaitu dengan memvisualisasikannya," tutur Nastia. Dia sendiri selalu membayangkan medali yang akan diraihnya ketika mengikuti Olimpiade Beijing. Dan dia berhasil mendapatkan lima medali. "Ini adalah sesuatu yang selalu aku lakukan. Dengan memvisualisasikannya membantuku untuk tetap fokus pada apa yang ingin aku capai," katanya.

3. Tetapkan Tujuan Jangka Pendek dan Panjang
"Selalu buat tujuan untuk anak-anak," jelas Nastia. "Tujuan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Anak harus bekerja keras untuk meraih sesuatu yang ingin dicapainya. Dan sangat penting untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Sukses tidak terjadi dalam semalam dan kamu harus bekerja keras untuk itu, setiap hari," tambah wanita yang mengikuti kompetisi nasional di usia 12,5 tahun itu.

4. Bantu Anak Menyeimbangkan Olahraga dengan Aktivitas Lainnya
"Orangtuaku lebih peduli dengan siapa aku bersosialisasi, ketimbang apa yang aku sudah capai sebagai seorang atlet senam," ujarnya. Menurutnya memang sedikit sulit untuk tetap memiliki kehidupan sosial di luar senam.

"Aku ingat ada masa ketika teman-temanku melalukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat dan aku tidak bisa ikut karena harus berlatih keesokan harinya pukul 8. Untuk banyak orang, berkompetisi di Olimpiade merupakan kesempatan sekali seumur hidup, jadi kesempatan itu harus diambil dan lakukan yang terbaik. Tapi di akhir pekan, aku selalu meluangkan waktu untuk hangout dengan teman dan melakukan aktivitas lain di luar senam," urainya.

5. Pastikan Memang Anak yang Ingin Berprestasi di Olahraga, Bukan Orangtuanya
"Sangat penting untuk memastikan bahwa memang anak perempuan atau laki-laki Anda punya passion pada olahraga, apakah itu senam atau olahraga lainnya," jelas Nastia.

"Terkadang ada orangtua yang ingin melihat anaknya menjadi juara Olimpiade ketimbang anak itu sendiri. Disitulah itu menjadi masalah dan sayangnya kemungkinan besar tidak akan sukses. Tidak akan berhasil jika anak tidak ingin melakukannya. Hal terpenting yang orangtua bisa lakukan adalah hanya dengan memberi dukungan, mendorongnya dan mencintai anak," pungkasnya.

wolipop.com