4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Anak Tidak Sopan, Ini Cara Menghadapinya

Anak Tidak Sopan, Ini Cara MenghadapinyaFiqhislam.com - Mengajarkan si kecil cara bertatakrama memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Namun sebenarnya perubahan yang terjadi pada anak secara mendadak juga tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena menjadi bagian dari pertumbuhan putra dan putri Anda. Anda dan anak tidak akan pernah belajar sesuatu yang benar tanpa melewati suatu kesalahan.

Tapi sebaiknya kenali dulu mengapa anak-anak Anda menjadi bisa demikian cepat berubah adatnya. Apakah karena pergaulan dengan teman-temannya di luar? Bisa saja. Lalu, mengapa dia suka berbuat tidak sopan?

{AF}

Anak lain menyukai ketidaksopanannya
Sangat menyedihkan, kadang ketidaksopanan justru menjadi daya tarik. Kebanyakan anak bahkan orang dewasa menganggap ketidaksopanan adalah lucu dan anak memiliki daya tarik sendiri. Sehingga seringkali dia senang melakukan itu karena dianggap lucu dan membuat tertawa.
{/AF}

{AF}

Ketidaksopanan selalu mengundang reaksi
Nyatanya orang di sekitarnya justru cepat bereaksi ketika si kecil mulai berlaku tak sopan, ini obat ampuh agar orang memperhatikan dia. Maka kalau ingin cari perhatian, ia mungkin akan melakukannya.
{/AF}

{AF}

Sopan santun harus diajarkan
Ingatlah, sopan santun bukan anugrah dari lahir! Sebaliknya, itu adalah hal yang perlu diajarkan terus menerus. Jadi ketika anak Anda mulai berbuat tidak sopan, dan Anda tanya mengapa, sebaiknya pertanyaan pertama dilontarkan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda sudah mengajarkannya dan bagaimana itu berjalan.

Jangan pernah berhenti memberi pemahaman apakah yang dilakukannya baik dan menguntungkan orang lain atau sebaliknya, tidak baik dan bisa menyakiti orang lain.

Lalu bagaimana mulai atau kembali mengajarkan soal sopan santun kepada anak-anak tercinta kita? Berikut tipsnya.{/AF}

{AF}

Jelaskan perlunya sopan santun
Ini memang hal yang tak kasat mata, tidak ketahuan apa wujudnya sopan santun itu, sehingga perlu memberi pemahaman ekstra. Jelaskan dari sisi dampaknya, yaitu ketika dia melakukan sesuatu yang kasar atau tidak sopan, ini akan membuat dia dijauhi teman-temannya.
{/AF}

{AF}

Jangan biarkan dia budayakan lelucon kasar
Ingatkan mungkin sekali dua kali kata-kata tidak sopan seperti si-keriting atau si gendut yang diucapkan anak bisa membuat teman-teman lainnya tertawa, tapi kalau diucapkan terus menerus, ini akan membuat yang lain tidak suka dan akhirnya anak Anda yang dijauhkan.
{/AF}

{AF}

Berikan contoh yang baik
Mengajarkan tanpa memberi contoh yang baik sama saja tidak ada gunanya, ini sama saja seperti misalnya Anda melarang anak Anda berteriak-teriak di dalam rumah, namun Anda sendiri memintanya juga dengan berteriak-teriak di dalam rumah. Jadikan Anda sendiri contoh untuk anak Anda bukan orang lain.
{/AF}

{AF}

Tunjukkan ketidaksukaan terhadap sikap kasarnya
Dia butuh reaksi atau tanggapan atas apa yang dilakukannya, termasuk jika reaksi itu reaksi yang kurang berkenan untuknya, harus tetap Anda tunjukkan kalau Anda tidak menyukai yang dia lakukan.
{/AF}

{AF}

Jangan terpancing
Tapi reaksi Anda bukan lalu reaksi yang menyulut emosi atau bahkan reaksi fisik. Sikapi ketidaksopanannya dengan tetap tegas tapi tenang, bukan lalu marah-marah. [rimanews]
{/AF}