5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Penggunaan Antibiotik pada Anak Sebabkan Obesitas

Penggunaan Antibiotik pada Anak Sebabkan ObesitasFiqhislam.com - Jagalah kondisi kesehatan anak dengan baik mulai dari kelahiran karena jika anak jatuh sakit, dirinya akan membutuhkan antibiotik untuk penyembuhan. Padahal paparan antibiotik pada anak di usia yang terlalu muda dapat meningkatkan risiko obesitas.

Para peneliti dari New York University (NYU) School of Medicine dan Wagner School of Public Service melakukan studi terhadap 11.532 anak untuk mengetahui hubungan antara penggunaan antibiotik dengan obesitas.

Berdasarkan studi tersebut, diketahui bahwa rata-rata anak yang mengambil antibiotik dari lahir sampai usia 5 tahun memiliki indeks massa tubuh yang lebih besar dibandingkan anak yang tidak terkena antibiotik.

Penggunaan antibiotik pada anak diantara usia 10 samapai 20 bulan diketahui mengalami peningkatan kecil di persentil massa tubuh yang juga dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik dan orangtua yang obesitas. Penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Obesity.

Pada usia 38 bulan, anak-anak memiliki kemungkinan kelebihan berat badan akibat penggunaan antibiotik hingga sebesar 22 persen. Selain itu, usia anak ketika terpapar antibiotik juga berpengaruh terhadap besarnya kenaikan berat badan.

"Studi ini hanya menunjukkan korelasi antara penggunaan antibiotik dan obesitas. Hal ini disebabkan karena antibiotik dapat mempengaruhi mikroba dalam usus yang membantu proses pencernaan" kata Leonardo Trasande, pemimpin penelitian dari NYU School of Medicine, seperti dilansir health.india, Jumat (24/8/12).

Mikroba dalam usus memainkan peran penting dalam penyerapan kalori. Paparan antibiotik, terutama di usia yang terlalu dini, dapat membunuh bakteri sehat yang mempengaruhi penyerapan nutrisi.

Terganggunya proses pencernaan akan meningkatkan risiko terhadap obesitas. Studi ini adalah yang pertama kali menganalisis hubungan antara penggunaan antibiotik dan massa tubuh mulai pada masa bayi. [detikHealth]