16 Rajab 1444  |  Selasa 07 Februari 2023

basmalah.png

Mitos Seputar Anak dan Makanan

Mitos Seputar Anak dan Makanan  Fiqhislam.com - Bagi orang tua, memberi makan kepada anak tidak semudah yang dibayangkan. Belum lagi, ada berbagai pendapat tentang jenis makanan dan cara memberi makan kepada anak.

Berikut ini berbagai mitos tentang anak dan makanan, seperti dilansir laman Parents.

1. Anak seharusnya menghabiskan makanannya
Menurut salah seorang ahli gizi di Los Angeles, Maggie Moon, memaksa anak menghabiskan makanannya dapat menyebabkan anak mengalami kenaikan berat badan dan menimbulkan perilaku makan yang negatif. "Selama pilihan makanannya sehat, biarkan anak memilih apa yang ingin dimakan dan berapa jumlahnya. Hal ini akan membuat anak memahami tentang rasa laparnya," kata Moon.

2. Sediakan menu khusus untuk anak yang pemilih dalam hal makanan
Siapkan setidaknya satu jenis makanan yang disukai semua anggota keluarga dan perkenalkan berbagai jenis makanan kepada anak. Sebaiknya, hindari menyiapkan satu menu favorit khusus untuk anak.

3. Sembunyikan sayuran di dalam makanan supaya tidak terlihat oleh anak
Dengan melakukan hal ini, anak Anda tidak akan menyadari manfaat mengkonsumsi sayuran secara langsung. Perlihatkan kepada anak ketika Anda sedang makan pizza yang memiliki sayuran di atasnya atau berbagai jenis makanan lain yang terdapat sayuran agar anak tertarik mencoba sayuran.

4. Bayi hanya boleh makan makanan yang lunak
Berdasarkan penelitian, anak mempelajari berbagai jenis rasa sejak dini. Karena itu, Anda bisa memberinya berbagai makanan yang sehat, tapi memiliki rasa yang kuat, seperti sayuran hijau yang pahit, bawang putih, dan ikan.

5. Anak seharusnya memiliki banyak snack time
Anda bisa menerapkan pola makan, tiga kali makan besar dan satu kali snack time. Jika anak lapar dan meminta snack, berikan buah dan sayuran. Mereka akan memakannya jika mereka benar-benar merasa lapar. Makan snack secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan kalori pada anak. Apabila merasa lapar pada saat makan besar, anak akan mempelajari cara mengatur porsi dan kebiasaan makannya.

6. Anak butuh minum jus
Daripada memberikan jus, sebaiknya beri anak buah segar yang memiliki lebih banyak serat dan mengandung lebih sedikit kalori dan gula dibanding jus.

yy/tabloid bintang/tempo