14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Karena Kesepian, Anak Tunggal Jadi Lebih Gampang Gemuk?

Fiqhislam.com - Sudah kesepian, rentan sakit pula. Inilah yang dikemukakan sebuah studi baru di Eropa tentang kondisi kesehatan anak-anak yang tak punya saudara alias anak tunggal. Secara khusus, anak-anak ini dikatakan 50 persen lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan anak seusianya yang memiliki saudara.

Bahkan jika pada akhirnya ada lebih dari satu anak dalam keluarga tersebut, makin jauh jarak usianya dengan saudara-saudaranya maka semakin besar risiko anak pertama itu untuk mengalami kelebihan berat badan. Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti melibatkan sejumlah faktor lain seperti berat badan orangtua dan berat anak saat lahir.

Sayangnya peneliti tak tahu-menahu mengapa hal ini bisa terjadi. Peneliti hanya menduga karena anak-anak ini tak punya saudara maka mereka cenderung jarang bermain di luar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk nonton TV di dalam kamarnya.

Dengan melibatkan 12.720 anak berusia 2-9 tahun dari 8 negara Eropa, peneliti menemukan bahwa anak tunggal berusia 6-9 tahun 70 persen cenderung kelebihan berat badan, sebaliknya anak tunggal yang usianya lebih muda kecenderungannya untuk mengalami kelebihan berat badan menurun hingga 32 persen.

Menanggapi studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Diabetes ini, Richard Gallagher, Ph.D. mengatakan bahwa jumlah anggota keluarga di Eropa cenderung lebih sedikit dibandingkan orang Amerika.

"Mungkin karena di Eropa jumlah anak tunggalnya lebih banyak daripada di Amerika sehingga para ilmuwan dapat memunculkan temuan semacam ini. Namun jika mereka punya saudara tentu waktunya akan lebih banyak dihabiskan untuk bermain daripada sekedar berdiam diri di dalam rumah," ujar Gallagher yang juga seorang profesor di bidang psikiatri anak-anak dan remaja dari NYU Langone Medical Center.

Berbeda dengan Gallagher, Evan Nadler, MD, wakil direktur Children's National Obesity Institute di Washington D.C mengatakan studi ini tidak menunjukkan relevansi antara anak tunggal dengan risiko kelebihan berat badan.

"Jika orangtuanya obesitas maka risiko anak untuk mengalami obesitas juga akan lebih tinggi, terlepas mereka anak tunggal atau bukan. Sama halnya jika orangtua cenderung mengasuh anak-anaknya dengan menggunakan makanan sebagai hadiah atau penenang maka jangan heran jika anak-anaknya akan cenderung bermasalah dengan berat badan ketika beranjak dewasa," terang Nadler seperti dilansir dari webmd, Jumat (31/8/2012).

Untuk mengatasinya, Nadler pun merekomendasikan saran yang sama untuk orangtua dan anak-anaknya, baik dari keluarga yang memiliki anak tunggal atau anak lebih dari satu, "Cobalah untuk menerapkan pola makan sehat, gaya hidup sehat dan rutin berolahraga saja." [detikHealth]