<
pustaka.png
basmalah.png

》ORANGTUA

Tegas Pada Anak Bukan Berarti tak Sayang

Fiqhislam.com - Menyanyangi anak bukan berarti Anda harus menuruti semua yang mereka inginkan. Tindakan itu hanya akan membuat mereka tumbuh menjadi sosok manja dan keras kepala. Anda tentu tak mau itu terjadi, bukan?

Tegas kepada anak tetap diperlukan. Terutama, Anda harus bisa mengatakan tidak. Setidaknya, untuk empat hal berikut ini.

1. Jika anak sakit, mungkin mereka tidak bisa bersekolah. Namun, jika menemukan hal-hal ganjil, seperti anak terlihat berpura-pura, segeralah untuk mengambil tindakan. Katakan tidak untuk kebohongan yang ia lakukan.

2. Saat bermain dengan teman, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari salah satu di antara mereka akibat perkelahian. Entah berebut mainan atau hal lainnya. Nah, di saat seperti ini, tegaslah untuk bersikap. Katakan tidak untuk berkelahi dan saling menyakiti. Saat seperti itu juga bisa Anda manfaatkan untuk mengajarkan anak agar memiliki sifat yang pemaaf dan pemberani dalam mengakui kesalahan.

3. Memiliki anak yang susah makan memang membuat kepala pusing. Anda harus memutar otak untuk membuatnya menurut untuk memakan makanan sehat yang Anda siapkan. Karena kegemarannya jajan makanan yang tidak sehat seperti junk food dan lainnya, Anda wajib mengatakan tidak dalam hal ini.

Selain menjaga anak untuk tidak jajan sembarangan, melarang anak untuk makan junk food merupakan salah satu investasi agar anak terbebas dari kebiasaan buruk mengonsumsi makanan 'sampah'.

4. Kegiatan yang padat, ditambah tawaran film kartun yang menggiurkan untuk ditonton, membuat anak akan meninggalkan waktu belajarnya dengan lebih mudah. Seringkali anak merengek untuk tidak belajar. Saat seperti ini menjadi waktu yang tepat untuk mengatakan tidak dalam bermain. Pastikan pula Anda membuat jadwal yang teratur untuk waktu bermain dan belajar anak. [yy/metrotvnews]

 

top