14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

4 Rumus Mengatasi si Anak Jagoan

4 Rumus Mengatasi si Anak JagoanFiqhislam.com - Mungkin saja Anda kini memiliki anak yang merasa seperti jagoan. Sebagai orangtua, Anda bisa mengarahkannya agar kelak menjadi anak yang baik.
 
Berikut ini penjelasan Psikolog Agustina Hendriati M.Psi, Dosen Fakultas Psikologi Unika Atmajaya, Jakarta, sebagaimana dilansir tabloid Mom & Kiddie.
 
Mencari tahu sumber dan penyebabnya
 
Hal pertama yang dilakukan adalah mencari tahu darimana sumbernya lalu apa penyebabnya. Jika sumbernya berasal dari lingkungan keluarga, maka perlu dicaritahu siapakah orang yang selama ini ditiru anak. Orang tersebut harus segera menyadari dan mengubah perilakunya atau menghindari bersikap kasar ketika di depan anak-anak, agar tidak ditiru.
 
Jika di dalam lingkungan keluarga ternyata tidak ada, maka orangtua perlu mengetahui apa saja acara atau tayangan televisi yang disaksikan anaknya. Bila ternyata tayangan televisi merupakan sumber dan penyebabnya, maka orangtua perlu melakukan batasan waktu menonton dan memilih manakah acara yang layak untuk disaksikan si anak.
 
Memberikan penjelasan
 
Orangtua sebaiknya memberikan penjelasan kepada anaknya bahwa sikap tersebut bukanlah hal yang baik, dan kemungkinan yang terjadi adalah ia bisa tidak memiliki teman. Penjelasan tersebut sebaiknya didukung dengan memberikan buku bacaan atau tayangan yang sifatnya positif, seperti tentang kasih sayang, menghormati dan bersikap lemah lembut.
 
Beri pujian yang positif
 
Ketika anak tidak memunculkan perilaku jagoannya, jangan lupa beri pujian yang positif, misalnya “Kamu hari ini baik sekali membantu teman kamu.”
 
Pendekatan budi pekerti
 
Bila terjadi perilaku sok jagoaan dengan memukul teman karena alasan temannya mengganggu, maka baik orangtua maupun guru harus segera memberi teguran pada anak tersebut dan memberikan penjelasan bahwa memukul adalah tindakan yang menyakitkan teman dan hal itu merupakan perilaku yang tidak baik.
 
Menjadi pemimpin & kegiatan fisik
 
Anak-anak yang merasa dirinya adalah jagoan sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendominasi dan mendapatkan perhatian. Sebenarnya kemampuan ini bisa disalurkan dengan menjadikan anak sebagai pemimpin di kelas atau ketua kelompok, namun tetap diarahkan atau dibimbing bagaimana menjadi ketua kelompok atau pemimpin kelas yang baik.
 
Salurkan pula pada kegiatan olah fisik, misalnya berenang, sepak bola dan lain-lain. Seni beladiri boleh saja dijadikan salah satu alternatif untuk menyalurkan energi. Tapi dengan catatan anak tersebut sudah bisa memahami apa itu seni beladiri, karena jika tidak maka anak bisa lebih memanfaatkan kemampuannya untuk tetap berperilaku sebagai jagoan. [yy/okezone]