4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Jangan Biarkan Anak Lama Menonton TV

Jangan Biarkan Anak Lama Menonton TVFiqhislam.com - Televisi alias TV menjadi benda paling akrab dengan anak-anak di masa kini. Televisi memang bermanfaat bagi anak-anak. Namun kotak ajaib itupun memberikan sisi negatif, terutama bagi perkembangan dan kesehatan anak.

Anak yang terlalu lama menonton TV cenderung kurang aktif beraktivitas. Sehingga ia berisiko mengalami obesitas.

Tayangan iklan makanan dan minuman pun tak bermanfaat bagi bocah-bocah imut itu. Mereka mudah menyerap tayangan tersebut dan berpotensi menjadi korban iklan.

Sisi negatif pun terjadi pada perkembangan kemampuan anak dalam pelajaran dan sosialisasi. Anak seringkali menolak belajar dan gaul karena ada tayangan film kesukaannya.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Orangtua harus menetapkan batas waktu ketat menonton TV. Sebagai gantinya, orangtua mengajak mereka melakukan kegiatan fisik. Sebuah studi menyebutkan anak-anak yang diterapkan aturan tersebut akan benar-benar mengurangi aktivitasnya di depan layar kaca.

"American Academy of Pediatrics merekomendasikan waktu hingga 2 jam bagi anak-anak berusia 2 tahun atau lebih untuk menonton TV," kata ketu tim peneliti Susan A. Carlson, ahli epidemiologi di National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion.

Ia juga mengatakan bahwa baik orangtua maupun anak harus sama-sama mematuhi aturan yang mereka sepakati bersama.

Carlson menyebutkan bahwa membatasi waktu menonton TV adalah penting. Sebab terlalu banyak menyaksikan tayangan di layar kaca, bermain komputer atau video game, akan berhubungan dengan kemungkinan peningkatan risiko obesitas, penggunaan alkohol, aktivitas seks lebih dini, konsep tubuh negatif, gangguan makan, perilaku agresif, dan prestasi sekolah anjlok.

Menurut dia, anak-anak berusia 2 tahun ke atas hendaknya disuguhi tayangan program yang berkualitas, terutama untuk menambah pengetahuan mereka. Sedangkan anak di bawah 2 tahun, seharusnya tak dibiasakan menonton TV sama sekali. 

Sebenarnya, masalah yang diakibatkan oleh TV ini bukan soal lamanya waktu menonton, tapi lebih pada mutu dari program acaranya. [yy/metrotvnews/foto blogspot.com]